Ada 3 kimia ber-bahaya dalam roti: 1. Kimia Pengawet 2. Kimia Pengembang 3. Kimia Pemutih 1.Kimia Pengawet Supaya roti seawet mungkin, produsen menyalah-gunaan jumlah pengawet yg ditambahkan pada roti2. Diperkirakan kimia pengawet ditambahkan sampai 5 kali lipat dr pd yg dibenarkan oleh undang2. Bahkan, bbrp pengawet yg digunakan bukan pengawet makanan. 2.Kimia Pengembang Jaman dulu org memakai ragi alami / yeast. Yeast ini microorganisme yg meng-gigit-in adonan tepung sambil mengeluarkan gas CO2 yg membuat roti mengembang pelahan2. Ragi alami mati setelah roti di-oven amp; aman. Sekarang, roti diproduksi memakai kimia sbg pengembang amp; dalam takaran yg banyak supaya mengembang besar amp; empuk dlm waktu singkat. 3.Kimia Pemutih Warna asli gandumbukan putih. Roti jadi putih melalui proses pemutihan kimia (bleaching) dgn memakai kimia pemutih chlorine. Ada pepatah #34;The whiter the bread, the quicker youre dead! #34; Semakin putih roti, semakin cepat anda mati. Kimia2 pada roti selain penyebab kanker, jg tak disarankan dikonsumsi ibu hamil, menyusui amp; anak2. Susunan syaraf anak masih lemah amp; rentan. Bagi anak yg kebetulan tak tahan / allergi terhadap kimia2 tertentu, dapat menyebabkan gangguan syaraf,ADHD hyperactive, keterbelakangan, gangguan syaraf, cacat otak, IQ rendah, dll. N_asiKriuk Debbie memberikan suatu pilihan roti tawar yg tak memakai bahan kimia tambahan apapun, aman dikonsumsi ibu hamil, menyusui amp; anak2. - Tanpa kimia pewarna / pemutih gt; Warna asli - Tanpa kimia pengawet gt; Kering, tak perlu pengawet - Tanpa kimia pengembang gt; Dibuat dengan proses pop - Tanpa kimia penguat rasa / MSG gt; Rasa original - Tanpa kimia pemanis / amp; flavor gt; Disajikan dgn topping2 sehat. N.B. Ada 2 varian: - Reguler Komposisi: Beras, Beras Merah, Garam - Wijen Komposisi: Beras, Beras Merah, Garam, Biji Wijen 1 bungkus isi 15 keping. 1 dus isi 25 bungkus.