Download Tokopedia App
Tentang TokopediaMulai Berjualan PromoTokopedia Care
tokopedia-logo
Kategori
Atur jumlah dan catatan

Stok Total: 100

Subtotal

Rp130.000

Buku Sejarah Keluarga Besar Bapak H. Hamidi Eduardi dan ibu Hj. Sa’Adah di Rangkasbitung Penerbit Detak Pustaka

Rp130.000
    Judul : Sejarah Keluarga Besar Bapak H. Hamidi Eduardi dan ibu Hj. Sa’Adah di Rangkasbitung
    Penulis : Afwan Hakiki
    Genre : Non Fiksi, Sejarah, Budaya
    Cover : Soft cover


    Saya (Afwan Hakiki) telah menyelesaikan buku ini dibulan September 2024. isi buku ini sudah Final. isi buku ini berdasarkan informasi dari 52 orang narasumber dari tahun 2010 sampai 2024 (14 tahun lamanya).
    Buku ini dibuat untuk ditujukan kepada Pihak Keraton SumedangLarang di Gedung Srimanganti (Alun-Alun Kota Sumedang), karena mereka menafikan adanya keturunan Eyang Patih Jaya Perkasa di Rangkasbitung, dan menafikan adanya Putra Eyang Patih Jaya Perkasa yang bernama Eyang Jaya Prana.


    Saya tidak mempermasalahkan pihak Keraton Sumedang Larang yang meminta bukti berupa buku/lembaran kertas catatan tulis tangan Kuno tentang silsilah para Karuhun Rangkasbitung yang bersambung ke Eyang Patih Jaya Perkasa, karena saya gagal alias tidak bisa membuktikannya. Sebenarnya bukti tersebut ada dan berada dirumah Ama H. Madhadi Bin H. Abharun (Sesepuh Kampung Ciawi), tapi diwaktu saya survei kerumahnya dan menanyakannya, bukti tersebut telah lama hilang tidak diketemukan, jadi silsilah para Karuhun Rangkasbitung yang bersambung ke Eyang Patih Jaya Perkasa hanya cerita dari mulut kemulut yang diingat dan dihafal saja. Sehingga aku bukukan takut lupa dan takut benar-benar punah ditelan bumi.
    Di Generasi zaman sekarang orang-orang tidak memperdulikan silsilah/riwayat para Karuhun Rangkasbitung, padahal mempelajari Nasab/silsilah hukumnya Fardu kifayah, kalau dalam satu keluarga besar atau satu kampung tidak ada yang paham/mengetahui ilmu nasab/silsilah maka semuanya berdosa.


    Saya dari jalur laki-laki yaitu ke Kampung Batu Rambang keturunan Dukun, dizaman sekarang istilah Dukun bermakna negatif, dikira tukang sihir, tukang santet, tukang teluh. Disini saya pertegas dan luruskan, Dukun di Kampung Batu Rambang sana adalah singkatan Ngadu Kun (mengadu Kun Fayakun), itu artinya tukang ngado'a, (mendo'akan hajat/keinginan orang lain yang minta tolong kepadanya), bisa diartikan tukang Tutulung. Semoga anak cucu kelak memahami isi buku ini.
    Ada masalah dengan produk ini?

    ULASAN PEMBELI

    Toped Illustration

    Belum ada ulasan untuk produk ini

    Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan