Atur jumlah dan catatan
Stok Total: Sisa 10
Subtotal
Rp185.000
PARARATON KITAB PARA RAJA. Menguak sejarah Jawa
Rp185.000
PARARATON - Kitab Para Raja Menguak Jejak Genealogi Sejarah Wangsa Jawa dari Tarumanegara hingga Majapahid - Otto Sukarno CR - PP
Penulis Otto Sukarno
Jumlah Halaman XXXII + 914 HAL
Penerbit Pustaka Pelajar
Buku Baru
Pada masa kini, ketika dunia perpolitikan di negeri ini sedang bergolak, sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan membaca kembali bagaimana karakter, watak dan tingkah laku kehidupan para raja di masa lalu, khususnya di tanah Jawa. Lebih khusus lagi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kebijaksanaan dan kewaskitaan, perjuangan dan keuletan sekaligus juga keserakahan dan kelicikan dalam upaya mempertahankan kekuasaan yang kadang ditiru oleh para pemimpin di masa kini. Salah satu buku klasik (filologi) yang mengisahkan mengenai sejarah kehidupan para raja ialah “Kitab Pararaton”. Meski diragukan keabsahannya dan hanya dianggap sebagai mitos oleh sebagian ahli sejarah, keberadaan kitab ini masih diakui dan sering digunakan sebagai rujukan utama dalam penulisan asal mula Kerajaan Singasari dan Majapahit, serta kerajan-kerajaan yang berjaya pada masa sesudahnya.
Banyak kisah kehidupan para raja yang dibeberkan secara lugas dalam Kitab Pararaton. Namun demikian, kisah yang paling dominan ialah mengenai latar belakang dan asal usul serta karakter dan tingkah laku Ken Arok. Dari orang yang “tidak dikenal dan bukan siapa-siapa”, selain mendapat julukan sebagai penjahat atau penyamun, hingga akhirnya naik tahta sebagai raja (penguasa) dengan menempuh berbagai cara. Tanpa peduli apakah cara itu sudah sesuai atau bertentangan dengan aturan kerajaan pada masanya. Sebatas yang dikisahkan dalam kitab ini, sosok Ken Arok merupakan salah satu raja yang mampu meraih kekuasaan melalui intrik-intrik politik yang di luar kebiasaan. Berangkat dari rakyat biasa yang mengabdi pada kekuasaan Tunggul Ametung di Tumapel, dan kemudian mendapatkan legitimasi dari Mpu Lohgawa, bahwa dirinya memiliki garis tangan yang ditakdirkan untuk menjadi raja, menjadi penguasa yang tida
Penulis Otto Sukarno
Jumlah Halaman XXXII + 914 HAL
Penerbit Pustaka Pelajar
Buku Baru
Pada masa kini, ketika dunia perpolitikan di negeri ini sedang bergolak, sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan membaca kembali bagaimana karakter, watak dan tingkah laku kehidupan para raja di masa lalu, khususnya di tanah Jawa. Lebih khusus lagi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kebijaksanaan dan kewaskitaan, perjuangan dan keuletan sekaligus juga keserakahan dan kelicikan dalam upaya mempertahankan kekuasaan yang kadang ditiru oleh para pemimpin di masa kini. Salah satu buku klasik (filologi) yang mengisahkan mengenai sejarah kehidupan para raja ialah “Kitab Pararaton”. Meski diragukan keabsahannya dan hanya dianggap sebagai mitos oleh sebagian ahli sejarah, keberadaan kitab ini masih diakui dan sering digunakan sebagai rujukan utama dalam penulisan asal mula Kerajaan Singasari dan Majapahit, serta kerajan-kerajaan yang berjaya pada masa sesudahnya.
Banyak kisah kehidupan para raja yang dibeberkan secara lugas dalam Kitab Pararaton. Namun demikian, kisah yang paling dominan ialah mengenai latar belakang dan asal usul serta karakter dan tingkah laku Ken Arok. Dari orang yang “tidak dikenal dan bukan siapa-siapa”, selain mendapat julukan sebagai penjahat atau penyamun, hingga akhirnya naik tahta sebagai raja (penguasa) dengan menempuh berbagai cara. Tanpa peduli apakah cara itu sudah sesuai atau bertentangan dengan aturan kerajaan pada masanya. Sebatas yang dikisahkan dalam kitab ini, sosok Ken Arok merupakan salah satu raja yang mampu meraih kekuasaan melalui intrik-intrik politik yang di luar kebiasaan. Berangkat dari rakyat biasa yang mengabdi pada kekuasaan Tunggul Ametung di Tumapel, dan kemudian mendapatkan legitimasi dari Mpu Lohgawa, bahwa dirinya memiliki garis tangan yang ditakdirkan untuk menjadi raja, menjadi penguasa yang tida
Ada masalah dengan produk ini?
ULASAN PEMBELI

Belum ada ulasan untuk produk ini
Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan