Sinopsis : Tak ada yang lebih diinginkan Luh selain kembali ke rahim. Sebagai anak hasil pemerkosaan yang berulang kali berusaha digugurkan, Luh merasa dunia fana ini begitu kejam. Tak ada kasih sayang dari ibunya. Dia dipelihara bagai hewan ternak yang cukup diberi makan tiga kali sehari.
Pengabaian sang ibu membuat Luh lari dari rumah. Dalam bentang hidupnya, dia bertemu perempuan- perempuan dengan kehamilan tak diinginkan. Hal itu mendorong Luh kelak menjadi ahli yang lihai.
Baginya, adalah jalan agar janin yang tak diharapkan tidak menemui kenestapaan, dan agar para perempuan memiliki otonomi atas pilihan.
Luh pikir, hidup demikian akan memberinya kedamaian. Bukankah dia akhirnya dapat menolong janin- janin agar tak menderita seperti dirinya? Namun, niat baik itu kini membuatnya diburu bahaya. Bersama
sebentuk rahim dalam stoples yang dia bawa, Luh berkelana sembari mempertanyakan kembali makna rahim sesungguhnya.
***
Penciptaan karakter-karakternya khas sekaligus kompleks, pembangunan latar tempat dan waktu yang
padu, serta penempatan detail-detail yang menguatkan semesta dari cerita–menandakan ketelitian dan
kegigihan penulis dalam melakukan riset. Satu dari sedikit naskah yang mampu menghadirkan karakter
perempuan yang unik dan mencolok. – Penilaian Dewan Juri Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta