Atur jumlah dan catatan
Stok Total: Sisa 10
Subtotal
Rp85.000
Buku Sosial Budaya Homo Sacer - Giorgio Agamben
Rp85.000
Judul : Homo Sacer
Penulis : Giorgio Agamben
Penerbit : IRCISOD
ISBN : 978-623-7378-32-7
Tebal : 308 hlm.
Tahun : 2020
“Menanggapi teori Foucault tentang biopolitik, yang di dalamnya kehidupan manusia menjadi target kekuasaan organisasional negara, maka Agamben pun berpendapat bahwa tentunya ada suatu ‘ikatan tersembunyi’ antara kekuasaan tertinggi dan biopolitik yang dibentuk dengan pijakan kekuasaan tertinggi negara.”
—Amy O’Donoghue dalam Critical Legal Thinking.
“Kita tahu bahwa dengan buku Homo Sacer ini, Giorgio Agamben memulai sebuah kerja pembacaan ulang atas tradisi politik Barat dan berusaha mengurai beberapa enigma yang dimunculkan oleh abad ke-20 bagi nalar sejarah.”
—Sidi Askofaré, psikanalis.
“Tokoh besar filsafat kontemporer, Giorgio Agamben, telah mengembangkan selama 20 tahun sebuah proyek intelektual tentang homo sacer. Dalam hukum Romawi, homo sacer adalah orang yang identitas yuridisnya sudah dilucuti dan ia boleh dibunuh tanpa dampak hukum.”
—Emanuel Guay, Universitas Québec, Montréal, Kanada.
Penulis : Giorgio Agamben
Penerbit : IRCISOD
ISBN : 978-623-7378-32-7
Tebal : 308 hlm.
Tahun : 2020
“Menanggapi teori Foucault tentang biopolitik, yang di dalamnya kehidupan manusia menjadi target kekuasaan organisasional negara, maka Agamben pun berpendapat bahwa tentunya ada suatu ‘ikatan tersembunyi’ antara kekuasaan tertinggi dan biopolitik yang dibentuk dengan pijakan kekuasaan tertinggi negara.”
—Amy O’Donoghue dalam Critical Legal Thinking.
“Kita tahu bahwa dengan buku Homo Sacer ini, Giorgio Agamben memulai sebuah kerja pembacaan ulang atas tradisi politik Barat dan berusaha mengurai beberapa enigma yang dimunculkan oleh abad ke-20 bagi nalar sejarah.”
—Sidi Askofaré, psikanalis.
“Tokoh besar filsafat kontemporer, Giorgio Agamben, telah mengembangkan selama 20 tahun sebuah proyek intelektual tentang homo sacer. Dalam hukum Romawi, homo sacer adalah orang yang identitas yuridisnya sudah dilucuti dan ia boleh dibunuh tanpa dampak hukum.”
—Emanuel Guay, Universitas Québec, Montréal, Kanada.
Ada masalah dengan produk ini?
ULASAN PEMBELI

Belum ada ulasan untuk produk ini
Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan