Kandungan Kimia :
Daun kemuning mengandung cadinene, bisabolene, geraniol, eugenol, citronellol, methyl-salicylate, osthole, paniculatin, saponin, flavonoid, tanin, minyak atsiri dan coumurrayin. Kulit batang mengandung mexotioin, coumarin, saponin, flavonoid. Sedangkan bunga kemuning mengandung scopeletin, dan buahnya mengandung semi-ec-carotenone.
Kegunaan :
Daun dan ranting berguna untuk mengatasi: radang buah zakar (orchilis), penghalus kulit, radang saluran nafas (bronchitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, datang haid tidak teratur, lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus), sakit gigi, kulit kasar. Akar: memar akibat benturan atau terpukul, nyeri rematik, keseleo, digigit serangga dan ular berbisa, bisul, ekzema, koreng, epidemik encephalitis B. Kulit batang: sakit gigi, nyeri akibat luka terbuka di kulit atau selaput lendir (ulkus).
Cara Penggunaan :
Akar dan daun kering sebanyak 9-15 g atau daun segar sebanyak 30-60 g, direbus atau direndam arak, lalu minum. Untuk pemakaian luar, daun segar dipipis lalu diletakkan pada tempat yang sakit, atau direbus, airnya untuk cuci.
Nama ilmiah : Murraya paniculata
Media tanam : tanah 2 : humus 1
Ukuran pot minimal : sedang ( 20 - 30 cm )
Sinar matahari : sepanjang hari
Tingkat kesulitan : pemula ( sangat mudah perawatannya )
Penyiraman : sehari 1 x
Ukuran tanaman saat ini : sedang ( 20 - 40 cm )
Pertumbuhan tanaman : sedang ( tumbuh daun dalam beberapa minggu )