Iyig - IRCiSoD - Buku The Art of War - Sun Tzu - Niccolo Machiavelli - Buku seni perang - PAKET 2 BUKU
Rp108.750
diskon 25%
Harga sebelum diskon Rp145.000
Pilih judul: PAKET 2 BUKU
Dua Buku Strategi Terbaik Sepanjang Masa [Paket Isi 2 Buku]
1/
Judul: The Art of War: Kitab Pedoman Menjadi Pemimpin Sukses dan Bijak Hari Ini
Pengarang: Sun Tzu
Penerjemah: Bagus Dwi Hananto
Penerbit: IRCiSoD
ISBN: 978-623-8108-62-6
Tebal: 264 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Tahun: 2025 (Juli)
Ukuran: 14x20 (cm)
2/
Judul: The Art of War: Seni Perang
Pengarang: Niccolò Machiavelli
Penerjemah: Slamat P. Sinambela
Penerbit: IRCiSoD
Tebal: 256 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Tahun: 2025 (September)
Ukuran: 14x20 (cm)
Sinopsis The Art of War Sun Tzu
Seni Perang merupakan buku klasik militer paling kompleks yang memuat pelbagai rancangan penaklukan. Buku ini banyak dikaji oleh manusia, lepas dari konteksnya di ranah militer, dapat pula diterapkan pada pelbagai disiplin ilmu seperti ekonomi dan strategi penguasaan atas hal tertentu. Bagian-bagian dalam buku menjabarkan pelbagai strategi lengkap dengan umbar persepsi juru-juru tafsir terkemuka sepanjang sejarah Tiongkok yang menaruh minat besar pada semesta pemikiran sang master Sun Tzu.
Terjemahan kali ini hadir dengan pengantar panjang bertajuk “Taoisme dan Seni Perang” yang ditulis Thomas Cleary.
*
Sinopsis The Art of War Niccolò Machiavelli
Sejarah mencatat bahwa sebuah negara hanya akan bertahan jika rakyatnya rela mengangkat senjata demi tanah airnya. Niccolò Machiavelli, pemikir besar dari Italia, menegaskan bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa terletak pada rakyat bersenjatakan disiplin, bukan pada tentara bayaran yang rapuh. Baginya, militer adalah fondasi yang menjaga negara tetap tegak di tengah badai ancaman.
Bagi Machiavelli, peperangan adalah seni agung yang menyatukan taktik, strategi, dan keberanian. Ia menulis dengan keyakinan seorang pengamat tajam perang Italia: bagaimana benteng harus dirancang, bagaimana pasukan harus diatur, dan bagaimana politik selalu berdiri di balik setiap pertempuran. Dalam pandangannya, hanya negeri yang siap secara menyeluruh yang mampu bertahan hidup melawan gelombang ancaman dari segala arah.
Dan akhirnya, perang bukan sekadar pertempuran, melainkan instrumen politik dan ujian terbesar bagi peradaban. Machiavelli mewariskan gagasan bahwa bangsa yang disiplin akan tegak, sementara yang lengah akan runtuh. Di tengah dunia modern yang sarat konflik dan persaingan geopolitik, warisan pemikirannya tetap bergaung—sebagai nyala semangat juang, disiplin, dan strategi yang tak lekang oleh waktu.