Paket Buku Warisan Abadi Dua Penjelajah Legendaris (Marco Polo & Ibnu Batutah)
1/
Judul: Marco Polo 1271-1295 M: Jalur Sutra, Kubilai Khan, Cina, Tartar, dan Jalur Rempah
Pengarang: Marco Polo
Penerjemah: Yudi Santoso
Penerbit: IRCiSoD
Tebal: 382 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Tahun: 2025 (Juli)
Ukuran: 14x20 (cm)
2/
Judul: Perjalanan Ibnu Batutah (1325-1354): Timur Dekat, Asia, dan Afrika
Pengarang: Ibnu Batutah
Penerjemah: Laura Harsoyo
Penerbit: IRCiSoD
Tebal: 262 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Tahun: 2025 (Juli)
Ukuran: 14x20 (cm)
1/
Bersiaplah untuk menjelajah dan menikmati petualangan epik Marco Polo, sebagai bukti abadi bahwa kekuatan cerita mampu melintasi waktu dan batas geografis, membuka mata Eropa terhadap kekayaan, keajaiban, dan misteri Timur.
Lebih dari sekadar catatan perjalanan, ini adalah kisah tentang keberanian, rasa ingin tahu yang tak terbatas, dan perjumpaan yang mengubah pandangan dunia. Buku ini tidak hanya mengajak Anda melintasi waktu dan batas geografis, tetapi juga melihat kekayaan peradaban, hingga mengungkap intrik serta perebutan takhta.
Ikuti jejak petualang legendaris Marco Polo dalam perjalanan epiknya melintasi Benua Asia. Dari pasar-pasar rempah yang ramai, gurun pasir yang tak berujung, hingga istana-istana megah Kubilai Khan yang berkilauan, catatan ini menjadi mesin waktu yang membawa Anda menyusuri sejarah masa lalu.
2/
Pada usia 21 tahun, Ibnu Batutah memulai perjalanan panjangnya dengan niat semula untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah, namun berkembang menjadi eksplorasi selama hampir 30 tahun, menjadikannya salah satu penjelajah terjauh dan paling produktif dalam sejarah dunia Islam, bahkan melampaui jangkauan penjelajah Eropa seperti Marco Polo.
Ibnu Batutah menjelajahi wilayah mulai dari Afrika Utara dan Timur, Timur Tengah, Asia Tengah dan Selatan, Kepulauan Nusantara, hingga Tiongkok. Ia berinteraksi dengan berbagai kebudayaan, sistem pemerintahan, kehidupan sosial, dan praktik keagamaan di setiap wilayah yang dikunjungi. Mulai dari kota-kota megah, pelabuhan ramai, istana sultan, kehidupan masyarakat, praktik keagamaan, hingga kondisi sosial.
Sepulangnya ke Maroko pada tahun 1354, Ibnu Batutah mendiktekan kisah perjalanannya kepada penulis bernama Ibnu Juzayy, yang kemudian menyusunnya menjadi buku. Selain sebagai laporan perjalanan geografis dan etnografis, buku ini juga mencerminkan pandangan seorang Muslim abad pertengahan yang penuh kekaguman, kritik, dan refleksi atas keragaman dunia Islam dan sekitarnya.
Perjalanan Ibnu Batutah bukan sekadar dokumen sejarah, tetapi juga jendela menuju dunia yang sedang berkembang dan terhubung melalui agama, perdagangan, dan budaya pada masa pramodern. Sebuah karya penting yang akan membawa kita menjelajahi dunia abad ke-14 melalui mata salah satu penjelajah terbesar dalam sejarah manusia.