Promosi Tokopedia
Atur jumlah dan catatan
Stok: 500
harga sebelum diskonRp55.000
Subtotal
Rp41.250
Iyig - Ulumul Quran - Al Quran Kitab Sastra Terbesar - Semantik Dan Ma'anil Al quran - Ulumul quran
Rp41.250
diskon 25%
Harga sebelum diskon Rp55.000
Pilih kajian quran: Ulumul quran
1) Judul: Ulumul Qur'an Teori dan Metodologi
Pengarang: Dr. Muhammad Sayyid Thanthawi
Penerbit: IRCiSoD
Tebal: 158 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Ukuran: 14x20 (cm)
.
2) Judul: Semantik dan Ma’anil Qur’an: Perspektif Toshihiko Izutsu tentang Relasi Tuhan, Manusia, dan Alam
Pengarang: Ahmad Sahidah
Penerbit: IRCiSoD
ISBN: 978-634-7157-05-8
Tebal: 352 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Tahun: 2025 (April)
Ukuran: 14x20 (cm)
.
3) Judul: Al-Qur’an Kitab Sastra Terbesar: Akar Sejarah Metode Sastra dalam Tradisi Islam
Pengarang: Prof. Dr.Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan
Penerbit: IRCiSoD
ISBN: 978-634-7157-77-5
Tebal: 374 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Tahun: 2025 (September)
Ukuran: 14x20 (cm)
.
Interpretasi al-Qur'an merupakan tugas yang tak kenal henti. Sebab, derajat pemahaman manusia itu relatif, sehingga akhir dari pergulatan pemahaman atas pesan Tuhan itu selalu tidak sama dari waktu ke waktu. Ia sangat variatif serta selaras dengan realitas, kondisi sosial, dan kebutuhan umat sebagai konsumennya. Model interpretasi pun selalu hidup sejak kemunculannya sampai era kontemporer.
Salah satu model interpretasi al-Qur'an kontemporer adalah interpretasi sastra, yakni mendekati al-Qur'an sebagai teks. Metode tafsir sastra ini mengalami eskalasi perkembangan yang cukup mapan. Jargon yang diusung ialah membiarkan al-Qur'an berbicara dengan dan melalui dirinya sendiri. Tujuannya, agar diperoleh pemahaman yang jauh dari tarikan-tarikan kepentingan individual dan ideologis.
Tetapi, dalam konteks pembaruan pemikiran, tawaran metodologis tafsir sastra itu ternyata menghadapi problem serius. Tesis yang dikedepankan bahwa al-Qur'an adalah teks sastra Arab yang paling agung memicu perkelahian intelektual yang sangat intens tentang tekstualitas al-Qur'an, terutama di Mesir modern. Apakah pemikiran-pemikiran tersebut merupakan produk “baru yang liar” dan keluar dari tradisi keislaman klasik, atau justru sebaliknya?
Pertanyaan itulah yang coba digali secara radikal dalam seluruh bagian buku di tangan Anda ini. Ia mencari akar-akar pemikiran dalam tradisi turats yang dapat dijadikan pegangan bahwa pemikiran “liberal” dalam Islam bukanlah “anak tiri”, melainkan “anak kandung” sejarah Islam yang harus tetap dikampanyekan.
Pengarang: Dr. Muhammad Sayyid Thanthawi
Penerbit: IRCiSoD
Tebal: 158 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Ukuran: 14x20 (cm)
.
2) Judul: Semantik dan Ma’anil Qur’an: Perspektif Toshihiko Izutsu tentang Relasi Tuhan, Manusia, dan Alam
Pengarang: Ahmad Sahidah
Penerbit: IRCiSoD
ISBN: 978-634-7157-05-8
Tebal: 352 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Tahun: 2025 (April)
Ukuran: 14x20 (cm)
.
3) Judul: Al-Qur’an Kitab Sastra Terbesar: Akar Sejarah Metode Sastra dalam Tradisi Islam
Pengarang: Prof. Dr.Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan
Penerbit: IRCiSoD
ISBN: 978-634-7157-77-5
Tebal: 374 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Tahun: 2025 (September)
Ukuran: 14x20 (cm)
.
Interpretasi al-Qur'an merupakan tugas yang tak kenal henti. Sebab, derajat pemahaman manusia itu relatif, sehingga akhir dari pergulatan pemahaman atas pesan Tuhan itu selalu tidak sama dari waktu ke waktu. Ia sangat variatif serta selaras dengan realitas, kondisi sosial, dan kebutuhan umat sebagai konsumennya. Model interpretasi pun selalu hidup sejak kemunculannya sampai era kontemporer.
Salah satu model interpretasi al-Qur'an kontemporer adalah interpretasi sastra, yakni mendekati al-Qur'an sebagai teks. Metode tafsir sastra ini mengalami eskalasi perkembangan yang cukup mapan. Jargon yang diusung ialah membiarkan al-Qur'an berbicara dengan dan melalui dirinya sendiri. Tujuannya, agar diperoleh pemahaman yang jauh dari tarikan-tarikan kepentingan individual dan ideologis.
Tetapi, dalam konteks pembaruan pemikiran, tawaran metodologis tafsir sastra itu ternyata menghadapi problem serius. Tesis yang dikedepankan bahwa al-Qur'an adalah teks sastra Arab yang paling agung memicu perkelahian intelektual yang sangat intens tentang tekstualitas al-Qur'an, terutama di Mesir modern. Apakah pemikiran-pemikiran tersebut merupakan produk “baru yang liar” dan keluar dari tradisi keislaman klasik, atau justru sebaliknya?
Pertanyaan itulah yang coba digali secara radikal dalam seluruh bagian buku di tangan Anda ini. Ia mencari akar-akar pemikiran dalam tradisi turats yang dapat dijadikan pegangan bahwa pemikiran “liberal” dalam Islam bukanlah “anak tiri”, melainkan “anak kandung” sejarah Islam yang harus tetap dikampanyekan.
Ada masalah dengan produk ini?
ULASAN PEMBELI

Belum ada ulasan untuk produk ini
Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan