TIGA MUQADDAM TIJANIYAH - AKHSANUL IN'AM IWAN KUSWANDI KHOZIN TOBRONI
Rp60.000
NAPAK TILAS REGENERASI KIAI DI PONDOK PESANTREN
Apa yang dilakukan oleh Kiai Djauhari, berbeda dengan Kiai Tidjani dalam hal kepemimpinan Tarekat Tijaniyah. Kiai Tidjani seringkali menolak nalkin santri aktif masuk tarekat. Bahkan beliau menolak menjadikan pondok pesantren Al Amien Prenduan sebagai pesantren tijani, sebagaimana pesantren tijani Muqaddam Tijaniyah lainnya. Alasan beliau, karena menjadi ikhwan sangat berat, apalagi masih usia muda. Dengan demikian, karena "ikhwan" sebagai salah satu maqam tasawuf (faqir), tidak asal mau, kemudian ditalkin. Kehati-hatian itulah yang diijtihadkan oleh Kiai Tidjani di pesantren Al Amien. Walaupun secara real, konstruksi Al Amien, bukan semata-mata dominasi pemikiran Kiai Tidjani. Untuk itu beliau banyak menyampaikan bahwa PP. Al Amien Prenduan menganut konsep kolektif kolegial dalam menerapkan sistem kepemimpinannya. Namun selama ini, keyakinan inti dan nilai inti tarekat tijaniyah tidak bertentangan dengan sunnah (tradisi) Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, sehingga internalisasi tersebut berjalan secara kontinu. Apa yang telah dilakukan oleh Kiai Tidjani, kini dilanjutkan oleh putranya, Kiai Ahmad Fauzi.
Penulis: Akhsanul In'am, Iwan Kuswandi, Khozin, & Tobroni Penyunting: Ach. Nurholis Majid Penerbit: Mata Kata Inspirasi, 2021 Bahasa: Indonesia Tebal buku: xviii + 234 halaman | bookpaper Ukuran: 14,5 x 20,5 cm | soft cover ISBN: 978-623-5607-13-9 Berat: 260 gram
Ada masalah dengan produk ini?
ULASAN PEMBELI
5.0/ 5.0
100% pembeli merasa puas
1 rating • 0 ulasan
5
(1)100%
4
(0)0%
3
(0)0%
2
(0)0%
1
(0)0%
Belum ada ulasan untuk produk ini
Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan