Atur jumlah dan catatan
Stok Total: 20
Subtotal
Rp140.000
Prof H Muhammad Tito Kurniawan Dalam Pusaran Terorisme
Rp140.000
TAK UBAHNYA menyulam benang emas di atas kain sutera, Pak Tito kini berada pada tahap menyempurnakan sejarah pengabdiannya. Sosok yang dikenal teguh dalam pendirian ini tentu diharapkan mampu menjadikan Polri seperti halnya Songket Palembang, yang tidak hanya dicintai dan dirindukan oleh seluruh lapisan masyarkat tetapi juga dikagumi masyarakat dunia. (Chandra Motik, Ketua Alumni Universitas Indonesia/ILUNI).
Insurgensi dan terorisme akan menjadi “makanan sehari-hari” para penegak hukum dan keamanan di Indonesia dengan cerita akhirnya tak diketahui dengan pasti. Dan, sebagai konsekuensinya, secara psikologis dan struktural, kebutuhan kemampuan penanganan atas aksi itu juga merupakan hal yang “permanen” (Fachry Ali).
Tito hanya perlu memiliki keberanian untuk melakukan reformasi internal seperti yang direncanakannya. “Apakah ia punya nyali? Sebab, kebijakan reformasi internal itu akan bertabrakan dengan sejumlah kepentingan. (Hermawan Sulistyo, Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).
Indikator keberhasilan reformasi Polri berada di tangan masyarakat. Tito harus mampu memastikan sejumlah program yang dicanangkan dapat dilaksanakan oleh jajaran kepolisian di lapangan. (Haris Azhar, Kordinator Kontras, Komisi untuk orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan).
Kebijakan Tito saat menjabat sebagai Kapolda Papua kerap disalahartikan sebagai pembatasan kebebasan berekspresi. Namun, Tito mengambil sejumlah langkah yang tidak populer itu untuk menurunkan tingkat kriminalisasi. (Natalius Pigai, Komisioner Komnas HAM asal Papua).
Judul Buku: Prof H Muhammad Tito Karnavian,MA,PhD dalam Pusaran Terorisme : Catatan dari Tepian Musi ke Puncak Tribrata
Penulis: Syaefurrahman Al Banjary &
Suryadi
Penerbit: Media Pressindo, 2018
Dimensi: 15 x 23 cm | Soft Cover
Tebal: xxxviii + 570 hlm | Bookpaper
Insurgensi dan terorisme akan menjadi “makanan sehari-hari” para penegak hukum dan keamanan di Indonesia dengan cerita akhirnya tak diketahui dengan pasti. Dan, sebagai konsekuensinya, secara psikologis dan struktural, kebutuhan kemampuan penanganan atas aksi itu juga merupakan hal yang “permanen” (Fachry Ali).
Tito hanya perlu memiliki keberanian untuk melakukan reformasi internal seperti yang direncanakannya. “Apakah ia punya nyali? Sebab, kebijakan reformasi internal itu akan bertabrakan dengan sejumlah kepentingan. (Hermawan Sulistyo, Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).
Indikator keberhasilan reformasi Polri berada di tangan masyarakat. Tito harus mampu memastikan sejumlah program yang dicanangkan dapat dilaksanakan oleh jajaran kepolisian di lapangan. (Haris Azhar, Kordinator Kontras, Komisi untuk orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan).
Kebijakan Tito saat menjabat sebagai Kapolda Papua kerap disalahartikan sebagai pembatasan kebebasan berekspresi. Namun, Tito mengambil sejumlah langkah yang tidak populer itu untuk menurunkan tingkat kriminalisasi. (Natalius Pigai, Komisioner Komnas HAM asal Papua).
Judul Buku: Prof H Muhammad Tito Karnavian,MA,PhD dalam Pusaran Terorisme : Catatan dari Tepian Musi ke Puncak Tribrata
Penulis: Syaefurrahman Al Banjary &
Suryadi
Penerbit: Media Pressindo, 2018
Dimensi: 15 x 23 cm | Soft Cover
Tebal: xxxviii + 570 hlm | Bookpaper
Ada masalah dengan produk ini?
ULASAN PEMBELI

Belum ada ulasan untuk produk ini
Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan