Atur jumlah dan catatan
Stok: 30
Subtotal
Rp1.979.000
Selimut Rumbai Jendela Kota - 220 x 250
Rp1.979.000
Pilih ukuran: 220 x 250
- Kondisi: Baru
- Waktu Preorder: 3 Hari
- Min. Pemesanan: 1 Buah
- Etalase: Selimut
Cerita Produk :
Lurik merupakan tekstil tradisional Jawa yang pernah mengemban peran besar di masyarakat. Huruf ‘i’ pada lurik bermakna kecil atau mungil dalam bahasa Jawa, menandakan bagaimana garis-garis pada kain lurik secara tradisional umumnya berukuran lebih kecil dari satu sentimeter.
Banyaknya kisah dibalik tiap rancangan lurik telah usang oleh kemajuan modern seiring berjalannya waktu. Seri ini dibuat dengan niat memperkenalkan ulang tradisi tak ternilai yang melekat pada lurik ke dalam gaya hidup modern kita. Jendela Kota ditenun dari pola renik cacahan yang mengalihkan dua puntalan dalam satu alat tenun. Sentuhan berkelas untuk suasana keseharian rumah yang leluasa. Bahan dasar kain ini ditenun oleh penenun atbm di rumah tenun Ibu Lusi, Sleman.
Rincian Produk :
• 115x180cm / 45”x70” atau 220x250cm / 86”x98”
• Kain: 50% recycled poliester, 42% recycled katun, 8% katun
• Ukuran dapat dibuat sesuai permintaan, silahkan hubungi kami
• Dikarenakan barang dibuat dengan tangan, sedikit perbedaan pada warna dan tekstur diharap dimengerti
• Dibuat dengan etis di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Panduan Perawatan :
• Cuci tangan menggunakan deterjen alami seperti lerek atau soapnut
• Cuci dengan air dingin hingga 30°C/86°F
• Transfer warna mungkin terjadi, cuci secara terpisah
• Dry clean direkomendasikan
• Jangan gunakan pemutih
• Hamparkan sampai kering dibawah teduhan
• Jangan gunakan mesin pengering
• Setrika dengan suhu sedang hingga panas diantara 148˚C/300˚F hingga 204˚C/400˚F
• Untuk membersihkan noda, tepuk dengan lembut daerah tersebut dengan air (jangan menggosok)
• Kain yang diwarnai sebaiknya dijauhkan dari paparan sinar matahari langsung untuk menghindari pemudaran yang berlebihan
• Usahakan untuk selalu menyimpan kain ditempat yang kering (tidak lembab)
Lurik merupakan tekstil tradisional Jawa yang pernah mengemban peran besar di masyarakat. Huruf ‘i’ pada lurik bermakna kecil atau mungil dalam bahasa Jawa, menandakan bagaimana garis-garis pada kain lurik secara tradisional umumnya berukuran lebih kecil dari satu sentimeter.
Banyaknya kisah dibalik tiap rancangan lurik telah usang oleh kemajuan modern seiring berjalannya waktu. Seri ini dibuat dengan niat memperkenalkan ulang tradisi tak ternilai yang melekat pada lurik ke dalam gaya hidup modern kita. Jendela Kota ditenun dari pola renik cacahan yang mengalihkan dua puntalan dalam satu alat tenun. Sentuhan berkelas untuk suasana keseharian rumah yang leluasa. Bahan dasar kain ini ditenun oleh penenun atbm di rumah tenun Ibu Lusi, Sleman.
Rincian Produk :
• 115x180cm / 45”x70” atau 220x250cm / 86”x98”
• Kain: 50% recycled poliester, 42% recycled katun, 8% katun
• Ukuran dapat dibuat sesuai permintaan, silahkan hubungi kami
• Dikarenakan barang dibuat dengan tangan, sedikit perbedaan pada warna dan tekstur diharap dimengerti
• Dibuat dengan etis di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Panduan Perawatan :
• Cuci tangan menggunakan deterjen alami seperti lerek atau soapnut
• Cuci dengan air dingin hingga 30°C/86°F
• Transfer warna mungkin terjadi, cuci secara terpisah
• Dry clean direkomendasikan
• Jangan gunakan pemutih
• Hamparkan sampai kering dibawah teduhan
• Jangan gunakan mesin pengering
• Setrika dengan suhu sedang hingga panas diantara 148˚C/300˚F hingga 204˚C/400˚F
• Untuk membersihkan noda, tepuk dengan lembut daerah tersebut dengan air (jangan menggosok)
• Kain yang diwarnai sebaiknya dijauhkan dari paparan sinar matahari langsung untuk menghindari pemudaran yang berlebihan
• Usahakan untuk selalu menyimpan kain ditempat yang kering (tidak lembab)
Ada masalah dengan produk ini?
ULASAN PEMBELI

Belum ada ulasan untuk produk ini
Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan