Download Tokopedia App
Tentang TokopediaMulai Berjualan PromoTokopedia Care
tokopedia-logo
Kategori

Hidup Begitu Indah dan Hanya itu Yang Kita Punya

Atur jumlah dan catatan

Stok: 15

harga sebelum diskonRp70.000

Subtotal

Rp50.000

Buku Hidup Begitu Indah dan Hanya itu yang Kita Punya Kenapa Kita Tidak Berdansa Misa Arwah Kertas Basah Hari-Hari yang Mencurigakan Bakat Menggonggong Dea Anugrah - Hidup Begitu Indah dan Hanya itu Yang Kita Punya

Rp50.000
diskon 29%
Harga sebelum diskon Rp70.000

Pilih buku: Hidup Begitu Indah dan Hanya itu Yang Kita Punya

  • Kondisi: Baru
  • Min. Pemesanan: 1 Buah
  • Etalase: Semua Etalase
Dengan kedua lutut yang sedikit tertekuk, ia berkitar-kitar
sambil memainkan gunting di atas kepala si pelanggan.
Seperti ketam, tapi sedikit lebih besar.


"Ini bukan pangkas rambut," katanya sambil mendongak
ke cermin, sadar bahwa saya memperhatikannya. "Ini martial art." 


("Kebebasan dan Keberanian")


Dea Anugrah menulis puisi-puisi, kemudian cerita-cerita pendek, terutama untuk menghibur diri sendiri. Ketika buku-bukunya-Misa Arwah (2015) dan Bakat Menggonggong (2016)-terbit, dia bersiap dihajar komentar-komentar keji dan laporan penjualan yang mengenaskan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: buku-buku itu diterima dengan baik.


Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya merupakan buku kumpulan tulisan nonfiksi pertama Dea Anugrah. Buku ini pertama kali terbit pada 2019 dan diterbitkan ulang oleh Shira Media pada 2021 bersamaan dengan buku kumpulan tulisan nonfiksi terbarunya, Kenapa Kita Tidak Berdansa?. Esai-esainya ditulis dalam rentang 2016-2018.


Tulisan-tulisan nonfiksi yang terkumpul dalam buku ini membicarakan banyak perkara, mulai dari perang sampai industri pisang, dari kesedihan kolektif sebuah bangsa hingga seni membikin senang bagian-bagian tubuh tertentu.


Judul : Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya
Penulis : Dea Anugrah
Ukuran : 13 x 19 cm
Halaman : 172 hlm
ISBN : 978-602-7760-47-9


Saya terlambat memahami bahwa rumah tak seharusnya
hanya dibayangkan sebagai salah satu di antara kemarin dan besok. Gagasan tentang rumah semestinya mengatasi dulu, kini, dan nanti, sebab ia terus bergerak bersama diri saya dan orang-orang yang saya anggap sebagai bagiannya.


Saya merasa beruntung karena menyadari itu sekarang.
Beruntung sekali. Nanti siang, ketika tulisan ini terbit di internet,
barangkali saya sedang nmeletakkan oleh-oleh titipan Nadya
di meja makan, lalu memeluk ibu saya sambil berbisik. "Buenas tardes, Mama."


Dia mungkin akan menjawab, "Guatemala," dan saya
akan mensyukuri semua yang saya miliki hari ini, merayakan
yang lengkap dan yang tidak dalam hidup, dengan kegembiraan tak terkira.


("Rumah = Nostalgi + Fantasi")


Kenapa Kita Tidak Berdansa? merupakan buku kumpulan tulisan nonfiksi terbaru Dea Anugrah. Esai-esainya ditulis dalam rentang 2012-2021. Buku ini juga bisa disebut sebagai “sekuel” dari buku kumpulan tulisan nonfiksi pertamanya, Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya. 


Berbeda dari buku kumpulan tulisan nonfiksi sebelumnya, Kenapa Kita Tidak Berdansa? memuat lebih banyak esai personal. Dea Anugrah membicarakan sejarah, politik, kota, dan lain-lain sebagai perkara-perkara menarik yang dekat dan sehari-hari. la seperti teman lama yang kita undang ke rumah malam-malam untuk bercerita. Kisah-kisahnya memikat dan kita ingin terus mendengarkan sampai terang, baik di luar rumah maupun di dalam diri kita.


Judul : Kenapa Kita Tidak Berdansa?
Penulis : Dea Anugrah
Ukuran : 13 x 19 cm
Halaman : 140 hlm
ISBN :  978-602-7760-46-2


KAU JANGAN MATI DULU, BESOK KUCERITAKAN YANG LEBIH MENARIK.


- Tamasya Pencegah Bunuh Diri


Bakat Menggonggong merupakan buku kumpulan cerita pendek pertama Dea Anugrah yang telah mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya dipilih sebagai salah satu Buku Indonesia Terbaik oleh majalah Rolling Stone Indonesia pada 2016 dan masuk daftar-pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2016-2017. Kemudian mendapatkan Penghargaan Sastra Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2020.


Dalam kumpulan cerita pendeknya, Dea Anugrah mempekerjakan seorang juru kisah yang cerewet, sok lahu, sinis, dan kadang tak patut dipercaya. Sang narator membingkai berbagai momen dalam hidup, mulai dari masalah rumah tangga hingga situasi hidup-mati dalam perang, dan mengizinkan pembaca ikut menyaksikannya.


Semua cerita-cerita pendek dalam terbitan terbarunya ini juga mendapatkan sentuhan ilustrasi karya Arwin Hidayat yang menambah daya pikat Bakar Menggonggong.


Judul : Bakat Menggonggong: kumpulan cerita pendek 
Penulis : Dea Anugrah
Ukuran : 13 x 19 cm
Halaman : x + 122 hlm
ISBN : 978-623-8678-11-2




Ada masalah dengan produk ini?

ULASAN PEMBELI

Toped Illustration

Belum ada ulasan untuk produk ini

Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan