Islam hadir ketika perempuan belum dipandang sebagai manusia sehingga diperiakukan sebagai objek dalam sistem kehidupan. Mereka dijual dan diwariskan, baik di Jazirah Arab maupun belahan dunia lain. Karenanya, penegasan Islam atas kemanusiaan perempuan berarti empat hal.
Pertama, penegasan kedudukan perempuan sebagai subjek penuh dalam sistem kehidupan. Kedua, sebagai sesama manusia, laki-laki dan perempuan sama-sama hanya hamba Allah SWT. dan sama-sama mengemban amanah sebagai Khalifah fil Ardh dengan mandat mewujudkan kemaslahatan seluas-luasnya di muka bumi. Ketiga, sebagai sesama subjek penuh sistem kehidupan, laki-laki dan perempuan mesti bekerja sama mewujudkan kemaslahatan, sekaligus sama-sama berhak menikmatinya, baik di dalam maupun di luar rumah. Keempat, laki-laki bukanlah standar kemaslahatan perempuan sehingga pengalaman perempuan, baik secara biologis (menstruasi, hamil, melahirkan, nifas, dan menyusui) maupun sosial (stigmatisasi, marjinalisasi, subordinasi, kekerasan, dan beban ganda hanya karena menjadi perempuan) adalah sah untuk dipertimbangkan dalam kemaslahatan Islam meskipun tidak dialami laki-laki.
"Membaca buku ini memberi saya pengetahuan yang mencengangkan. Isu-isu perempuan yang krusial dan kontroversial dibahas secara cerdas, kritis, dan mencerahkan."
- Dr. (H.C.) K.H. Husein Muhammad
Pengasuh Pesantren Dar Al-Tauhid, Cirebon
"Buku ini akan menjadi sumber pengetahuan baru untuk membangun relasi ketuhanan dan kemanusiaan yang lebih adil, setara, dan beradab."
- Nyai Badriyah Fayumi, Lc., M.A.
Pengasuh Pesantren Mahasina Darul Qur'an wal Hadits, Bekasi
Judul : Nalar Kritis Muslimah: Refleksi Atas Keperempuanan Kemanusiaan Dan Keislaman
Penulis : Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm.
Ukuran : 13 x 20,5 cm
Halaman : xiii + 223 hlm
ISBN : 978-623-90632-9-0