*Klaim kekurangan/kerusakan WAJIB disertai video unboxing TANPA CUT/TANPA EDIT. Apabila tidak menyertakan video unboxing, mohon maaf klaim tidak dapat diterima. MEMBELI=SETUJU. Terima kasih.
**Standar pengemasan kami sudah menggunakan bubble wrap, apabila ingin lebih aman dan memakai kardus silakan checkout "Extra Packing"
Buku Original Mizan Grup
Penerbit: Bentang Pustaka
Format: 14 x 20,8 cm
ISBN: 978-623-186-538-0
Jumlah halaman: 308 hlm
Jenis Kertas Isi: Bookpaper 55 gr
Jenis Kertas Sampul: Art Cartoon 230 gram
Kategori : Pengembangan Diri (Inspirasi)
SINOPSIS
Setelah hampir dua dekade menulis seri The Naked Traveler, Trinity kembali dengan karya yang lebih reflektif dan personal. Di Luar Radar: Kisah Keberagaman dari Kuburan Jakarta sampai Hutan Amazon menghadirkan kisah nyata dari sisi kehidupan yang sering luput dari perhatian banyak orang.
Trinity menelusuri batas-batas budaya dan keyakinan untuk menyingkap keberagaman manusia dari sisi yang tak terduga—mulai dari ibu-ibu yang nongkrong di kuburan Jakarta, pengalaman mondok di pesantren, seluk-beluk proses kremasi, hingga realitas imigran di negara Barat dan perjuangan misionaris Indonesia di Hutan Amazon Bolivia.
Ditulis dengan gaya khas Trinity yang jujur, tajam, dan apa adanya, 22 kisah dalam buku ini menantang prasangka dan mengajak kita melihat perbedaan dengan lebih berempati. Buku ini mungkin tak akan mengubah dunia, tetapi pasti akan mengubah cara Anda memandangnya.
KEUNGGULAN
Nama Trinity identik dengan buku-buku perjalanan yang penuh warna. Ia membawa pembaca menyusuri berbagai destinasi di belahan dunia dengan gaya bercerita yang khas: lugas, jujur, dan kerap diselipi humor. Namun dalam Di Luar Radar, Trinity menawarkan sesuatu yang berbeda. Kali ini, perhatiannya tidak hanya tertuju pada destinasi, melainkan pada detail-detail kecil yang sering luput dari sorotan.
Buku ini berfokus pada kisah-kisah yang jarang ditulis orang, seperti hal-hal yang dianggap remeh, terlalu kecil, atau tidak sesuai dengan narasi besar yang biasa kita dengar. Justru dari cerita-cerita itulah, Trinity menunjukkan bahwa makna hidup sering tersembunyi di tempat yang tidak terduga.
Beberapa kisah yang diangkat antara lain:
● ibu-ibu yang nongkrong di kuburan setiap hari,
● pengalaman mondok di pesantren,
● proses kremasi yang penuh filosofi,
● hingga kisah misionaris asal Indonesia di Amerika Selatan.
Kisah-kisah ini tidak hanya menghadirkan warna baru, tetapi juga membuka ruang refleksi. Ada cerita yang membuat tersenyum, ada pula yang terasa menampar. Dari kombinasi itulah pembaca diajak melihat kehidupan dengan cara yang lebih luas, lebih terbuka, dan lebih empatik.
Trinity tetap menulis dengan gaya khasnya: tajam, jujur, apa adanya, tanpa basa-basi. Ia tidak ragu menghadirkan kenyataan apa adanya—baik yang ringan maupun yang pahit—dan itulah yang membuat narasi terasa autentik. Pembaca akan merasa dekat, seolah-olah ikut berada di sana, menyaksikan, dan merasakan sendiri pengalaman itu.
Dibandingkan karya-karya sebelumnya, Di Luar Radar juga menunjukkan kedewasaan narasi. Ada lebih banyak ruang untuk refleksi, lebih banyak usaha menggali makna, dan lebih banyak kedalaman dalam membaca realitas. Trinity tidak hanya menuliskan apa yang terjadi, tetapi juga mengapa hal itu penting dan apa yang bisa dipelajari.
Secara keseluruhan, keunggulan Di Luar Radar bisa dirangkum sebagai berikut:
● Cerita unik dan jarang disorot: menghadirkan kisah yang tak biasa dari berbagai sudut dunia.
● Sudut pandang kritis dan reflektif: menelisik makna dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele.
● Kombinasi emosi yang kaya: dari kisah yang mengundang senyum hingga pengalaman yang menampar kesadaran.
● Gaya penulisan khas Trinity: tajam, jujur, lugas, dan selalu autentik.
● Narasi yang lebih dewasa dan mendalam: bukan sekadar catatan perjalanan, melainkan cermin sosial dan personal.
Seperti yang diakui penulisnya sendiri, mungkin buku ini tidak akan mengubah dunia. Tetapi ia bisa mengubah cara kita memandang dunia: lebih terbuka, lebih peka terhadap detail sederhana, dan lebih berani menantang prasangka. Itulah kekuatan sesungguhnya dari Di Luar Radar.