Buku Ketawa Sehat Bareng Para Ahli Fikih - Khaeron Sirin
Rp41.500
diskon 59%
Harga sebelum diskon Rp100.000
**Klaim kekurangan dan kerusakan wajib disertai video unboxing paket. Tanpa menyertakan video unboxing, mohon maaf klaim tidak dapat diterima. MEMBELI = SETUJU. Terima kasih**
Buku Original Mizan Grup
Sinopsis: Para ahli fikih (fuqaha) sering diidentikkan dengan perilaku yang serius dan berdisiplin tinggi, sehingga muncul kesan kaku dan saklek. Tidak pernah ada ruang untuk bersantai, apalagi melemparkan humor ataupun joke-joke segar. Ternyata, anggapan seperti itu tidak selalu benar. Dalam kesehariannya, banyak sisi manusiawi yang terkadang bikin kita tersenyum. Banyak momen ketika para ahli fikih dihadapkan dengan hukum yang kaku, tidak jarang terselip humor yang menyegarkan pikiran dan sangat mencerdaskan. Dengan selera humornya, persoalan-persoalan fikih yang pelik terkadang bisa terselesaikan secara menggelitik.
Buku ini mengungkap sisi lain dari para ahli fikih. Sungguh ternyata mereka gokil dan punya sense of humor yang sangat tinggi. Satu pernik yang jarang terungkap dari pribadi ahli fikih yang mumpuni, dari zaman Nabi Saw hingga para imam mazhab. Satu menit membaca satu kisah, rasakan keriangan dan pencerahan tiada tara.
ENDORSEMENT: "Islam itu terkait dengan seluruh aspek kemanusiaan kita. Termasuk di dalamnya aspek rasa (syuur). Oleh karenanya dalam menyampaikan Islam perlu juga mengedepankan aspek estetika dan seni sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Termasuk di dalamnya ketika membahas masalah-masalah yang terkait dengan hukum dan aturan. Sebab dengan itu aturan tidak terasa membebani dan tidak juga nampak sebagai ancaman yang menakutkan. Buku Ketawa Sehat Bareng Para Ahli Fikih ini merepresentasi Islam yang humanis, humoris, dan atraktif. Sangat layak untuk dibaca dan dinikmati."
Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation dan imam di Islamic Center of New York Buku Ketawa Sehat Bareng Para Ahli Fikih ini sebetulnya memuat ajaran-ajaran yang serius, baik terkait dengan masalah hukum, ibadah, akhlak, dan tata pergaulan umat manusia, tetapi disajikan dengan bahasa yang rileks, simpel, mudah dicerna, sehingga memiliki daya tarik yang tinggi, menarik untuk dibaca, membuat penasaran untuk dibaca tuntas, dan tidak jarang membuat pembacanya tertawa. Orang bilang kalau seniman itu bisa menjadikan masalah yang serius menjadi ringan, sedangkan filosof menjadikan masalah yang ringan menjadi terasa berat. Saya menyambut dengan bangga atas terbitnya buku ini, semoga bermanfaat dan mampu melahirkan seniman-seniman baru dalam menuangkan persoalan yang serius dengan gaya dan bahasa sesuai dengan jiwa seninya masing-masing.