Buku Kids Zaman Now Menemukan Kembali Islam - Dr. Muhammad Nursamad Kamba
Rp96.800
diskon 12%
Harga sebelum diskon Rp110.000
**Klaim kekurangan dan kerusakan wajib disertai video unboxing paket. Tanpa menyertakan video unboxing, mohon maaf klaim tidak dapat diterima. MEMBELI=SETUJU. Terima kasih**
BUKU ORIGINAL MIZAN GRUP
Informasi Produk:
ISBN 978-602-8648-28-8 Penerbit IIMAN REAL Dimensi (P/L/T) 14 Cm / 20 Cm/ 0 Cm Halaman 322 Jenis Cover Soft Cover
Sinopsis:
Orang saleh dadakan merajalela di zaman now yang serba gaduh. Orang-orang memberhalakan institusi agama sembari menafikan nilai-nilai Ketuhanan. Agama terpisah dari Tuhan lantaran kecenderungan formalisme. Manusia, yang dipinjami ruh oleh Allah, putus hubungan dengan Sang Pemilik. Manusia zaman now lupa caranya menjalin kemesraan dengan Sang Maha Kekasih, sehingga perilakunya terkadang jauh dari kearifan dan kebijaksanaan.
Buku ini membawa kita bertasawuf dengan cara yang sederhana; mengingatkan kita jika berhala kekinian jauh lebih canggih dan mencengkeram daripada berhala-berhala zaman old yang dihancurkan oleh nabi-nabi.
Penulis mencoba mengajak kita mengingat kembali asal dan tujuan kita. Mengingatkan kembali hakikat kita sebagai khalifah, pemegang amanah untuk memakmurkan kehidupan. Mengingatkan kembali bahwa alam semesta dan manusia diciptakan atas nama cinta, dan sudah seharusnya dikelola dan diarahkan kepada Sang Pemilik dengan cinta pula.
Catatan penting: Bacalah buku ini dengan pikiran bersih dan tenang. Pastikan dirimu tidak sedang dicengkeram nafsu.
Endorsement:
Kids Zaman Now mencintai Allah secara langsung. Tidak melalui administrasi golongan keagamaan. Tidak melewati prosedur mazhab dan aliran. Tidak melalui subordinasi terhadap penguasa harapan surga. Kids Zaman Now terbang ke angkasa, melompat ke cakrawala, mengendarai frekuensi, untuk menemukan Maha Kekasih dengan cinta dan kemesraannya. Kids Zaman Now diajari Allah langsung ke lubuk jiwa dan struktur saraf akal mereka. Mereka belajar secara alamiah untuk mencari dan menemukan Tuhan," Emha Ainun Nadjib, Budayawan