Karya sastra memperlihatkan dengan jitu paradoks agama. Tidak seperti dibayangkan para pemeluk teguhnya yang meyakini agama sebagai solusi permasalahan, dalam banyak hal, agama adalah permasalahan itu sendiri. Di sini, karya sastra tampil sebagai suatu kisah pergumulan hidup yang mendalam. Agama dikritik di satu pihak, tapi sekaligus tetap tidak akan ditinggalkan. Justru, pergumulan hidup itu memunculkan suatu renungan keagamaan yang baru.