Atur jumlah dan catatan
Stok Total: Sisa 4
Subtotal
Rp217.500
PAKET BUKU BOXSET IBNU SINA - Logika, Fisika, Metafisika, & Tasawuf - Abu Ali Al-Husain bin Abdillah bin Sina
Rp217.500
Ukuran 14 x 20 cm
Penerbit : Forum
Halaman :
✅ LOGIKA (xiv+148 halaman)
✅ FISIKA (x+122 halaman)
✅ METAFISIKA (vi+140 halaman)
✅ TASAWUF (x+86 halaman
LOGIKA
Ibn Sina memandang logika sebagai alat fundamental untuk memperoleh dan mengorganisir pengetahuan. Dia mengembangkan dan memperluas sistem logika Aristoteles dengan memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek. Ibn Sina menekankan pentingnya definisi yang tepat sebagai dasar penalaran logis, mengembangkan teori silogisme dengan menambahkan bentuk-bentuk baru, dan memberikan perhatian khusus pada logika modal yang berkaitan dengan konsep kemungkinan dan keharusan. Dia juga membahas perbedaan antara penalaran induktif dan deduktif, serta keterbatasan masing-masing metode.
FISIKA
Ibn Sina memberikan kontribusi signifikan dalam bidang fisika, yang terutama tertuang dalam karyanya ini, Al-Isyarat wa Al-Tanbihat. Pemikirannya tentang fisika dipengaruhi oleh filsafat Aristoteles namun Ibn Sina juga mengembangkan ide-ide originalnya sendiri. Ibn Sina membahas berbagai topik fisika, termasuk gerak, ruang, waktu, dan materi.
METAFISIKA
Ibn Sina mengembangkan sistem metafisika yang kompleks dan berpengaruh, yang menggabungkan elemen-elemen dari filosofi Yunani, khususnya Aristoteles dan Neoplatonisme, dengan pemikiran Islam. Inti dari metafisika Ibn Sina adalah konsepnya tentang wujud (eksistensi) dan esensi. Dia membedakan antara wujud yang niscaya (Tuhan) dan wujud yang mungkin (segala sesuatu selain Tuhan). Menurut Ibn Sina, Tuhan adalah Wujud Niscaya yang keberadaan-Nya merupakan esensi-Nya sendiri, sedangkan semua wujud lainnya memiliki esensi yang terpisah dari eksistensinya.
TASAWUF
Ibn Sina, meskipun lebih dikenal sebagai filsuf dan dokter, juga memiliki pemikiran yang berkaitan dengan tasawuf. Pemikirannya tentang tasawuf tidak seeksplisit atau sesentral seperti para sufi tradisional, namun dia mengintegrasikan elemen-elemen mistik ke dalam sistem filosofisnya. Ibn Sina memandang perjalanan spiritual sebagai proses intelektual dan emosional di mana jiwa manusia berusaha untuk mencapai kesempurnaan dan kedekatan dengan Tuhan. Dia menggambarkan tahapan-tahapan spiritual yang harus dilalui jiwa, dari pemahaman intelektual tentang kebenaran hingga pengalaman langsung akan realitas Ilahi.
Penerbit : Forum
Halaman :
✅ LOGIKA (xiv+148 halaman)
✅ FISIKA (x+122 halaman)
✅ METAFISIKA (vi+140 halaman)
✅ TASAWUF (x+86 halaman
LOGIKA
Ibn Sina memandang logika sebagai alat fundamental untuk memperoleh dan mengorganisir pengetahuan. Dia mengembangkan dan memperluas sistem logika Aristoteles dengan memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek. Ibn Sina menekankan pentingnya definisi yang tepat sebagai dasar penalaran logis, mengembangkan teori silogisme dengan menambahkan bentuk-bentuk baru, dan memberikan perhatian khusus pada logika modal yang berkaitan dengan konsep kemungkinan dan keharusan. Dia juga membahas perbedaan antara penalaran induktif dan deduktif, serta keterbatasan masing-masing metode.
FISIKA
Ibn Sina memberikan kontribusi signifikan dalam bidang fisika, yang terutama tertuang dalam karyanya ini, Al-Isyarat wa Al-Tanbihat. Pemikirannya tentang fisika dipengaruhi oleh filsafat Aristoteles namun Ibn Sina juga mengembangkan ide-ide originalnya sendiri. Ibn Sina membahas berbagai topik fisika, termasuk gerak, ruang, waktu, dan materi.
METAFISIKA
Ibn Sina mengembangkan sistem metafisika yang kompleks dan berpengaruh, yang menggabungkan elemen-elemen dari filosofi Yunani, khususnya Aristoteles dan Neoplatonisme, dengan pemikiran Islam. Inti dari metafisika Ibn Sina adalah konsepnya tentang wujud (eksistensi) dan esensi. Dia membedakan antara wujud yang niscaya (Tuhan) dan wujud yang mungkin (segala sesuatu selain Tuhan). Menurut Ibn Sina, Tuhan adalah Wujud Niscaya yang keberadaan-Nya merupakan esensi-Nya sendiri, sedangkan semua wujud lainnya memiliki esensi yang terpisah dari eksistensinya.
TASAWUF
Ibn Sina, meskipun lebih dikenal sebagai filsuf dan dokter, juga memiliki pemikiran yang berkaitan dengan tasawuf. Pemikirannya tentang tasawuf tidak seeksplisit atau sesentral seperti para sufi tradisional, namun dia mengintegrasikan elemen-elemen mistik ke dalam sistem filosofisnya. Ibn Sina memandang perjalanan spiritual sebagai proses intelektual dan emosional di mana jiwa manusia berusaha untuk mencapai kesempurnaan dan kedekatan dengan Tuhan. Dia menggambarkan tahapan-tahapan spiritual yang harus dilalui jiwa, dari pemahaman intelektual tentang kebenaran hingga pengalaman langsung akan realitas Ilahi.
Ada masalah dengan produk ini?
ULASAN PEMBELI

Belum ada ulasan untuk produk ini
Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan