Download Tokopedia App
Tentang TokopediaMitra TokopediaMulai Berjualan PromoTokopedia Care
tokopedia-logo
Kategori

Toko sedang libur

Barang ini bisa kamu beli setelah toko buka pada Rabu, 17 Juli 2024.

Atur jumlah dan catatan

Stok Total: 20

Subtotal

Rp46.500

JANGAN LEPAS PAPUA

827 orang melihat barang ini
Rp46.500
  • Kondisi: Baru
  • Waktu Preorder: 10 Hari
  • Min. Pemesanan: 1 Buah
  • Etalase: Buku
NKRI Tak Bisa Ditawar! NKRI Harga Mati! Jargon ini menjadi pemersatu yang sering diteriakkan ketika kampanye pemilihan umum (pemilu) berlangsung. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memang sudah final. Kita semua sepakat. Namun, sejak Timor Timur (Timtim) melakukan referendum dan akhirnya lepas dari Indonesia pada tahun 1999, keutuhan NKRI mendapat gangguan (cobaan). Sejak saat itu jargon tersebut menemukan momentumnya untuk terus dikumandangkan. Terlebih-lebih, riak-riak gelombang gerakan separatisme masih terjadi di beberapa bagian NKRI.

Memang, keberhasilan pencapaian perdamaian di Aceh memberikan sinyal bahwa dengan pendekatan win-win solution dan asas saling menghormati antara pemerintah Indonesia dan kaum separatis, konflik bersenjata yang berkepanjangan pada akhirnya bisa diselesaikan. Namun, pola tersebut tak bisa diterapkan dengan sederhana untuk mencapai perdamaian di daerah konflik bersenjata lainnya, termasuk juga untuk mengatasi konflik di Papua.

Buku ini merupakan hasil kajian ilmiah yang telah melewati proses pengujian di hadapan forum akademis. Dalam buku ini dijelaskan, jika negara (dalam hal ini TNI) melakukan pelanggaran HAM, Papua justru bisa lepas dari NKRI. Berbagai contoh fenomena diluar negeri dijadikan referensi penguatan terhadap argumentasi yang digunakan oleh Penulis.

ISBN : 978-602-70792-1-2
Jumlah Halaman : 203 Halaman
Genre : Ilmiah
Tahun Terbit : 2014

Penulis :
Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, S.T., M.H. lahir di SangirTahuna, Sulawesi Utara, 6 November 1955. Mengenyam pendidikan TNI di Akabri AL/1978, kariernya di Angkatan Laut diawali sebagai pelaut. Ia melewati sejumlah pos, hingga akhirnya tercebur di dunia intelijen TNI pada Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sejak tahun 1996 hingga akhirnya menjadi Kepala BAIS pada periode 2011-2013.
Logo Rayyana Komunikasindo
Online 3 hari lalu

4.9 (141)

± 4 jam pesanan diproses

Ada masalah dengan produk ini?

ULASAN PEMBELI

Toped Illustration

Belum ada ulasan untuk produk ini

Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan

Pilihan lainnya untukmu

Lihat Semua
Beli Lokal
Rp140.000
18%
Kab. SlemanBuku Beta
starstarstarstarstar(31)