Download Tokopedia App
Tentang TokopediaMitra TokopediaMulai Berjualan PromoTokopedia Care
tokopedia-logo
Kategori
Gambar MENGUNGKAP EKOLOGI KEJAHATAN NARKOTIKA dari Rayyana Komunikasindo Jakarta Timur Tokopedia
Gambar MENGUNGKAP EKOLOGI KEJAHATAN NARKOTIKA dari Rayyana Komunikasindo Jakarta Timur 1 Tokopedia
Atur jumlah dan catatan

Stok Total: 100

Subtotal

Rp120.000

MENGUNGKAP EKOLOGI KEJAHATAN NARKOTIKA

105 orang melihat barang ini
Rp120.000
  • Kondisi: Baru
  • Berat Satuan: 400 g
  • Waktu Preorder: 10 Hari
  • Kategori: Buku Gender & Hukum
  • Etalase: Buku
Tahun 2020 seharusnya menjadi tahun yang optimistis dalam bidang pemberantasan narkotika. Tren di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan penurunan prevalensi pengguna narkotika di Indonesia. Selain itu, di bidang produksi narkotika sintetis yang dilakukan dalam clandestine lab baik sekala besar (pabrik narkotika) maupun skala kecil (candestine lab rumahan) juga menunjukkan penurunan. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) memperlihatkan penurunan itu. Pada tahun 2018 dan 2019, jumlah pengungkapan clandestine lab di Indonesia masing-masing hanya satu lab per tahun, dengan tersangka satu orang (2018) dan lima orang (2019). Tentu saja tumbuh harapan, di tahun 2020, tren tersebut akan berlanjut.

Namun ternyata, memasuki tahun 2020, tiba-tiba saja jumlah pengungkapan clandestine lab meningkat. Pada 23 Februari 2020 BNN menggerebek clandestine lab di satu perumahan di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, dengan jumlah sitaan tiga juta butir pil paracetamol, cafein, carisprodol (PCC). Berselang dua hari, pada 25 Februari 2020, Polda Sulawesi Selatan, menggerebek empat kamar apartemen di Makassar. Kamar-kamar itu dijadikan pabrik peracikan narkotika jenis tembakau sintetis. Pada 10 Maret 2020 BNN menggerebek sebuah rumah di kawasan Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, yang dijadikan tempat memproduksi sejumlah sabu. Pada 17 Mei 2020, BNN Jawa Tengah dan Jawa Timur menggerebek sebuah rumah di kawasan Mijen, Kota Semarang, yang diduga dijadikan pabrik pembuatan jenis sabu-sabu. Tren ini tentu saja mengkhawatirkan.

TENTANG PENGARANG
SULASTIANA (1972). Komisaris Besar Polisi dan kriminolog lulusan Universitas Indonesia, saat ini menjabat sebagai Inspektur Bidang Anggaran dan Keuangan Wilayah II pada Inspektorat Umum Polri. Menggeluti bidang narkotika dalam beberapa periode menjadi motivasi tersendiri untuk membuat karya yang bermanfaat baik bagi organisasi maupun masyarakat. Setelah berhasil menggagas Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan...
Logo Rayyana Komunikasindo

Rayyana Komunikasindo

Terakhir online 30 Nov
4.9rata-rata ulasan
± 3 jampesanan diproses
Penawaran Lainnya

Paylater & Cicilan

Beli sekarang, bayar akhir bulan atau 30 hari lagi
Ada masalah dengan produk ini?

ULASAN PEMBELI

Toped Illustration

Belum ada ulasan untuk produk ini

Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan

Lainnya di toko ini

Lihat Semua
Jakarta TimurRayyana Komunikasindo
starstarstarstarstar(2)

Produk sponsor terkait

Lihat Semua