KORPUS MAPUR adalah buah dari kerja keras, ketekunan, dan pengorbanan yang luar biasa. Di belakangnya pasti bermukim cita-cita dan misi besar serta mulia yang hendak disampaikan kepada bangsa ini agar tidak pernah lengah mengambil ilham dari kelampauan sejarahnya yang berliku penuh makna.
-Ahmad Syafii Maarif-
Materi dalam buku ini merupakan hasil riset selama delapan tahun mengenai studi islamisasi di Pulau Bangka, yang baru pertama kali dilakukan dan menjadi buku pertama yang banyak sekali membahas isu-isu umum sampai kepada hipotesa baru mengenai islamisasi Bangka. Buku ini menjadi penghantar yang lebih riil mengenai topografi islamisasi yang selama ini luput dari kajian ilmiah terutama dengan menggunakan pendekatan interdisipliner, seperti pendekatan arkeologi sejarah, studi filologi, sosio-antropologi, inskripsi-epigrafi, dan hidrografi. Wilayah Mapur yang diinterpretasikan sebagai wilayah kepurbaan Bangka yang akrab dengan predikat pemegang sentral magis, dan jauh sekali dari ranah keislaman dalam kajian ini justru ditampilkan dalam wajah yang memiliki akulturasi islamisasi itu sendiri, kuat, dan menjadi semacam wilayah disposisi utama dari pijakan Islam awal di Pulau Bangka. Menjadi peradaban Islam yang pertama dengan konsep tasawuf bercampur adat, adalah hal yang menarik untuk dipahami. Nama-nama tokoh islamisasi beserta geneologinya dijabarkan mendetal dalam buku ini sehingga kita dapat melihat secara gamblang periodisasi islamisasi terawal di Pulau Bangka yang memberikan manfaat serta pencerahan kepada masyarakat mengenai proses interaksi Islam di Pulau Bangka dengan beragam pendekatan disiplin ilmu.