Atur jumlah dan catatan
Stok Total: Sisa 10
Subtotal
Rp69.000
Menolak Wahabi - Turos Pustaka - Sayid Ahmad Zaini Dahlan
Rp69.000
Penulis : Sayid Ahmad Zaini Dahlan
Tebal : 260 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : Turos Pustaka
Akhir-akhir ini istilah “Aswaja” beserta pokok ajarannya mengalami banyak penyelewengan. Banyak kalangan yang mengaku Ahlusunnah tapi amaliah harian beserta paham yang dianutnya sangat bertentangan dengan ajaran orisinal Ahlusunnah wal Jama’ah itu sendiri. Lantas seperti apa hakikat ajaran Aswaja? Dalam buku ini Sayid Ahmad Zaini Dahlan (1816-1886 M) berusaha menguraikan dengan taktis bagaimana tradisi dan amalan Aswaja yang sesungguhnya.
Sebab itu sangat tepat untuk menjadikan Sayid Ahmad sebagai panutan dalam membentengi tradisi Ahlusunnah wal Jama’ah dari penyelewengan ajaran terutama oleh kalangan Wahabi. Sosoknya sangat istimewa, seorang mufti terakhir Makkah dan Madinah pada era kesultanan Turki Usmani.
Secara argumentatif dalam buku yang banyak dijadikan rujukan dan pengajian di pesantren ini, Sayid Ahmad melancarkan bantahan atas pandangan–pandangan keliru yang dibangun oleh kaum Wahabi. Mulai dari isu istighatsah, tawasul, tabaruk, maulid Nabi, ziarah kubur, syafaat, persoalan takfir (pengkafiran sesama muslim) dan
amaliah Aswaja lainnya.
Siapa Penulis Buku ini?
– Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan
– Mahaguru Ulama Nusantara
– Keturunan Syekh Abdul Qadir al-Jailani
– Mufti Mazhab Syafi’i dan Syaikh al-Haram (Ulama tertinggi di Masjidil Haram)
– Menguasai empat mazhab secara sempurna
– Guru berpengaruh: Zaini Dahlan, Syekh Utsman bin Hasan ad-Dimyathi al-Azhari, Syekh Muhammad bin Husain al-Habasyi (mufti Makkah), Habib Umar bin Abdullah al-Jufri
– Murid terkenal: Syekh Nawawi al-bantani, Kiai Muhammad bin Abdullah as-Suhaimi, Kiai Muhammad Saleh Darat, Sayyid utsman bin Yahya al-Batawi
Buku ini menjelaskan mengenai:
– Ziarah makam nabi
– Tawasul
– Istighatsah
– Peringatan Maulid Nabi dan Pengagungan
– Benda-benda di Seputar Ka’bah
– Menghadap ke Makam Rasul ketika Berdoa
– Syafaat
Kelebihan Buku:
– Kontekstualisasi isi buku oleh KH. Ma’ruf Khozin
– Benteng Utama bagi Ahlusunnah wal Jama’ah
– Menolak semua paham Wahabi dengan al-Quran, hadis, dan pendapat para sahabat serta ulama empat mazhab
– Dilengkapi teks ayat, hadis, dan kalam para ulama
– Pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
Quotes:
– Siapa yang melecehkan derajat kemuliaan Rasulullah Saw., sejatinya dia telah berbuat maksiat atau bahakan kafir. Sebaliknya, siapa yang mengagungkan Rasulullah saw. dengan berbagai bentuk pengagungan, seraya tidak menyifati beliau dengan salah satu sifat ketuhanan, dia telah melakukan kebenaran.
– Dalam kitab al-Musnad miliknya, Imam Abu Hanifah meriwayatkan dari Ibnu Umar ra., ia berkata, “Termasuk bagian dari sunah adalah menghadap ke arah makam Nabi yang mulia dan membelakangi kiblat.”
– Buku ini mepertegas bahwa apa yang kita amalkan di Indonesia saat ini seperti ziarah kubur, ziarah ke makam Nabi, tawasul, dan lain sebagainya memiliki ketersambungan sanad dan dalil-dalil. –KH. Ma’ruf Khozin, Direktur Aswaja Center PWNU Jatim
DAFTAR ISI
Peta Buku—ix
Glosarium—ix
Pengantar Penerbit—xiii
Pengantar Ahli—xvii
Mukadimah—1
Kilas Balik Kesesatan Wahabi—3
Penjelasan Hukum Ziarah Makam Nabi saw.—47
Tawasul—65
Istighatsah—103
Peringatan Maulid Nabi dan Pengagungan Benda-Benda di Seputar Ka’bah—115
Menghadap ke Makam Rasul Ketika Berdoa—135
Syafaat—165
Menyebut Nama Orang yang Sudah Mati Ketika Berdoa—171
Mengafirkan Umat Islam—191
Mencari Keberkahan dari Bekas Orang Shalih—209
Biografi Sayid Ahmad Zaini Dahlan
Tebal : 260 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : Turos Pustaka
Akhir-akhir ini istilah “Aswaja” beserta pokok ajarannya mengalami banyak penyelewengan. Banyak kalangan yang mengaku Ahlusunnah tapi amaliah harian beserta paham yang dianutnya sangat bertentangan dengan ajaran orisinal Ahlusunnah wal Jama’ah itu sendiri. Lantas seperti apa hakikat ajaran Aswaja? Dalam buku ini Sayid Ahmad Zaini Dahlan (1816-1886 M) berusaha menguraikan dengan taktis bagaimana tradisi dan amalan Aswaja yang sesungguhnya.
Sebab itu sangat tepat untuk menjadikan Sayid Ahmad sebagai panutan dalam membentengi tradisi Ahlusunnah wal Jama’ah dari penyelewengan ajaran terutama oleh kalangan Wahabi. Sosoknya sangat istimewa, seorang mufti terakhir Makkah dan Madinah pada era kesultanan Turki Usmani.
Secara argumentatif dalam buku yang banyak dijadikan rujukan dan pengajian di pesantren ini, Sayid Ahmad melancarkan bantahan atas pandangan–pandangan keliru yang dibangun oleh kaum Wahabi. Mulai dari isu istighatsah, tawasul, tabaruk, maulid Nabi, ziarah kubur, syafaat, persoalan takfir (pengkafiran sesama muslim) dan
amaliah Aswaja lainnya.
Siapa Penulis Buku ini?
– Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan
– Mahaguru Ulama Nusantara
– Keturunan Syekh Abdul Qadir al-Jailani
– Mufti Mazhab Syafi’i dan Syaikh al-Haram (Ulama tertinggi di Masjidil Haram)
– Menguasai empat mazhab secara sempurna
– Guru berpengaruh: Zaini Dahlan, Syekh Utsman bin Hasan ad-Dimyathi al-Azhari, Syekh Muhammad bin Husain al-Habasyi (mufti Makkah), Habib Umar bin Abdullah al-Jufri
– Murid terkenal: Syekh Nawawi al-bantani, Kiai Muhammad bin Abdullah as-Suhaimi, Kiai Muhammad Saleh Darat, Sayyid utsman bin Yahya al-Batawi
Buku ini menjelaskan mengenai:
– Ziarah makam nabi
– Tawasul
– Istighatsah
– Peringatan Maulid Nabi dan Pengagungan
– Benda-benda di Seputar Ka’bah
– Menghadap ke Makam Rasul ketika Berdoa
– Syafaat
Kelebihan Buku:
– Kontekstualisasi isi buku oleh KH. Ma’ruf Khozin
– Benteng Utama bagi Ahlusunnah wal Jama’ah
– Menolak semua paham Wahabi dengan al-Quran, hadis, dan pendapat para sahabat serta ulama empat mazhab
– Dilengkapi teks ayat, hadis, dan kalam para ulama
– Pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
Quotes:
– Siapa yang melecehkan derajat kemuliaan Rasulullah Saw., sejatinya dia telah berbuat maksiat atau bahakan kafir. Sebaliknya, siapa yang mengagungkan Rasulullah saw. dengan berbagai bentuk pengagungan, seraya tidak menyifati beliau dengan salah satu sifat ketuhanan, dia telah melakukan kebenaran.
– Dalam kitab al-Musnad miliknya, Imam Abu Hanifah meriwayatkan dari Ibnu Umar ra., ia berkata, “Termasuk bagian dari sunah adalah menghadap ke arah makam Nabi yang mulia dan membelakangi kiblat.”
– Buku ini mepertegas bahwa apa yang kita amalkan di Indonesia saat ini seperti ziarah kubur, ziarah ke makam Nabi, tawasul, dan lain sebagainya memiliki ketersambungan sanad dan dalil-dalil. –KH. Ma’ruf Khozin, Direktur Aswaja Center PWNU Jatim
DAFTAR ISI
Peta Buku—ix
Glosarium—ix
Pengantar Penerbit—xiii
Pengantar Ahli—xvii
Mukadimah—1
Kilas Balik Kesesatan Wahabi—3
Penjelasan Hukum Ziarah Makam Nabi saw.—47
Tawasul—65
Istighatsah—103
Peringatan Maulid Nabi dan Pengagungan Benda-Benda di Seputar Ka’bah—115
Menghadap ke Makam Rasul Ketika Berdoa—135
Syafaat—165
Menyebut Nama Orang yang Sudah Mati Ketika Berdoa—171
Mengafirkan Umat Islam—191
Mencari Keberkahan dari Bekas Orang Shalih—209
Biografi Sayid Ahmad Zaini Dahlan
Ada masalah dengan produk ini?
ULASAN PEMBELI

Belum ada ulasan untuk produk ini
Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan