Berbicara tentang doktrin Gereja tidak bisa dilepaskan dari sejarah Arianisme. Konsili Nicea tahun 325 Masehi yang melahirkan Kredo Nicea, tidak lain adalah persidangan atas Arius. Konsili yang untuk pertama kalinya dihadiri kaisar Romawi itu mendakwa Arianisme sebagai bidat dan meneguhkan ortodoksi Trinitarian.
Dampak dari Konsili Nicea bukan hanya dirasakan oleh Arius dan para pengikutnya, tetapi juga oleh berbagai aliran lainnya yang berselisih paham dengan ortodoksi Trinitarian. Tetapi bukan berarti Arianisme mati. Maurice Wiles, profesor agama di Oxford, lewat buku ini menunjukkan bahwa Arianisme tetap hidup bahkan hingga Abad ke-18 dan dianut oleh orang-orang terkenal semacam Isaac Newton, William Whiston, dan Samuel Clarke.
Jadi, mengapa Arianisme selalu menjadi enigma bagi Trinitarian? Jawabannya bisa ditemukan di dalam buku ini.