Seadainya pasangan suami istri tidak mendapatkan edukasi seks yang benar dan lurus sesuai dengan hukum syara' dari buku-buku Islam (yang berdasarkan Al-Quran dan Sunnah), lantas dari mana lagi mereka akan akan mengutip pengetahuan yang masih tabu menurut sebagian orang ini? Apakah kita akan membiarkan mereka menggali soal hubungan intim melalui video-video porno yang penuh dengan penyimpangan dan kemaksiatan tersebut? Melalui bacaan-bacaan yang merangsang gairah seksual? Apakah kita akan membiarkan mereka mengikuti gaya-gaya kehidupn seks yang bebas tanpa pernah memperdulikan nilai-nilai luhur yang diajarkan Agama?
Lantas, apakah seks sesuatu yang jijik dan jorok untuk dipelajari, bukankah air mani yang lepas dari puncak syahwat seksual ketika berhubungan intim adalah sesuatu yang suci? Bukankah ketika pasangan suami istri menyalurkan hasrat biologisnya mendapatkan ganjaran pahala? Bukankah Islam mendorong umatnya memiliki banyak keturunan dan semua akan tercapai melalui hubungan seksual yang berkualitas? Tidakkah seorang istri memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam banyak dimensi kehidupan, termasuk dalam soal kenikmatan berhubungan intim?
Memang sebuah rumah tangga tidak melulu bicara soal seks, namun tanpa seks yang berkualitas pasangan suami istri boleh jadi akan tergopoh-gopoh membangun rumah tangga yang harmonis (sakinah, mawaddah wa rahmah). Begitu banyak kasus perceraian, perselingkuhan, KDRT, pembunuhan, bahkan saling gugat-menggugat antara pasangan suami istri yang awalnya bersumber dari buruknya hubungan seks yang mereka bangun selama ini di dalam bilik-bilik rumah tangga mereka.
Buku sederhana ini akan menjawab berbagai kegundahan pasangan suami istri soal seks, soal problematika ranjang yang sangat tabu, dan soal tips bagaimana bisa membangun hubungan suami-istri yang berkualitas dan memuaskan. []