Menempuh Titik Buta: Fotografi dan Tanda Mata Kota-Kota
Shohifur Ridho'i
144 halaman, 12,5 x 19,5 cm | Editor: Budi N.D. Dharmawan | 2021 | SOKONG!
Menempuh Titik Buta: Fotografi dan Tanda Mata Kota-Kota memuat hamparan pemikiran kritis Shohifur Ridho’i terhadap praktik fotografi perjalanan dan persinggungannya dengan wacana pariwisata dan kolonialisme. Berpijak dari pembacaannya atas Blind Spot, buku kumpulan foto dan esai lirik hasil rekaman bertamu ke sejumlah kota di dunia oleh Teju Cole, Ridho menelaah perkara apa saja yang tak ditangkap oleh kamera dalam ruang lingkup kerja fotografi sebagai tatapan dan bagaimana kamera berpotensi menjadi alat untuk menunda hasrat.
Mengadopsi pendekatan Cole dalam menulis esai lirik di Blind Spot yang penuh dengan potongan-potongan cerita dari berbagai khazanah, kepingan-kepingan mozaik peradaban, serta fragmen-fragmen sejarah, Ridho menulis risalah ihwal perbedaan watak yang dimiliki oleh seorang pengembara dengan turis, kerentanan kamera sebagai agensi yang dapat jatuh pada praktik eksploitasi, foto sebagai pernyataan sikap, dan kekuatan fotografi yang mampu menghidupkan hati nurani dan memberi motivasi terhadap komitmen politik.
Melalui pembacaannya atas Blind Spot, Ridho ingin membuka percakapan perihal “refleksi kritis tentang fotografi bukan cuma hadir melalui aspek diskursifnya saja, tetapi juga aspek gestur dan performativitas seorang fotografer.”