DARI KAMP KE KAMP memoar kedua MIA BUSTAM dari tiga memoar terbit 2022
Rp89.000
DARI KAMP KE KAMP memoar kedua MIA BUSTAM
Cetakan 1, Juni 2022 xvi, 368 hlm. ; 21 cm. ISBN 978-623-97148-7-1
Harga normal = Rp89.000
Bebas. Ya, kami para tapol yang setelah keluar dari tahanan disebut eks-tapol dan masih diembel-embeli lagi dengan G30S/PKI, sudah boleh menghirup udara bebas mulai Juli 1978. Benarkah kami ini bebas dalam artian yang sebenarnya?
Banyak di antara kami, yang waktu itu selama berbulan-bulan, mungkin lebih dari satu tahun, masih harus apel di Kodim seminggu sekali. Dalam pada itu, kami masih selalu dibayang-bayangi—siapa tahu—kemungkinan diciduk kembali.
Mula-mula ada peraturan tidak boleh meninggalkan kota, jadi itu berarti kami masih merupakan tahanan kota. Setelah agak dilonggarkan peraturan itu dan kami boleh bepergian ke luar kota, artinya masih dalam provinsi, waktu dibatasi. Akhirnya boleh keluar provinsi, namun hanya selama dua minggu. Pergi harus minta izin dan surat jalan ke RT, RW, Kelurahan, dan Kodim. Pulang harus apel ke Kodim.
KTP kami diberi tanda khusus ET, kepanjangan dari eks-tapol, sebuah stigma yang mencap kami menjadi warga negara kelas “kambing”, jauh berada di bawah mereka yang “bersih” dan “tak ternoda”.
102 Tahun MIA BUSTAM Penerbitan dan pemesanan tiga buku memoar Mia Bustam
Dalam rangka menghormati dan mengenang kembali Mia Bustam sekaligus bertepatan dengan 102 tahun kelahirannya, pada bulan Juni 2022 berturut-turut terbit tiga bku memoar Mia Bustam, dimulai dari: [1] Kelindan Asa dan Kenyataan, memoar ketiga Mia Bustam; [2] Dari Kamp ke Kamp, memoar kedua Mia Bustam; dan [3] Sudjojono dan Aku, memoar pertama Mia Bustam.