BUKU FIKSI ORIGINAL BENTANG PUSTAKA
SPESIFIKASI PRODUK
Kover: softcover
Format: 13 x 19 cm
Jumlah halaman: 172
Jenis Kertas Isi: Bookpaper 55 gr
Jenis Kertas Sampul: Art Carton 230 gr
SINOPSIS PRODUK
Sinopsis
Ada kota, ada desa, lalu ada yang di antaranya. Itulah suburbia.
Zaky Yamani, pengarang pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2021, berusaha memberi ruang pada tokoh-tokoh yang kota bukan, desa pun tidak ini.
Perantau yang membayar tuntas rindu kampung halaman dengan jamur ajaib. Pasutri pegawai pabrik yang cekcok karena salah satunya ada yang menggadai hidup pada judol. Pria kesepian yang mengangkat ikan gabus sebagai anaknya. Dan masih ada tujuh lainnya.
Dalam album sepuluh cerita, Zaky bukan saja menjelaskan cara pikir suburbia, ia mengajak kita tenggelam dalam cerita, lalu barangkali menemukan sebagian diri kita sendiri di sana.
Intisari
Buku ini terdiri dari sepuluh cerita pendek karya Zaky Yamani. Semuanya berlatar masyarakat pinggiran di kawasan pinggiran kota, atau suburbia, dengan segala persoalan serta segala yang mereka lakukan untuk memecahkan persoalan tersebut dengan cara yang seringkali akan dianggap aneh oleh pembaca. Dari situ lah judul kumpulan cerita ini berasal. Tokohnya beragam, masalahnya pun berupa-rupa. Satu hal yang pasti, para tokoh di cerita-cerita Zaky Yamani ini, selalu punya keyakinan bahwa hidup, betapa pinggirannya, betapa membosankannya, toh tetap harus dihidupi bagaimanapun caranya—meski beberapa di antaranya menyerah pula di ujung.
TENTANG PENULIS
Zaky Yamani, menulis fiksi dan nonfiksi, tinggal di Bandung. Buku kumpulan cerpen ini adalah buku pertamanya bersama Bentang Pustaka.
Buku-buku fiksi lainnya yang telah terbit, yaitu Bandar: Keluarga, Darah, dan Dosa yang Diwariskan (Gramedia Pustaka Utama, 2014), Pusaran Amuk (Gramedia Pustaka Utama, 2016), Waktu Helena (Gramedia Pustaka Utama, 2020), Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa 1 (Gramedia Pustaka Utama, 2021), Kereta Semar Lembu (Gramedia Pustaka Utama, 2022), Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa 2 (Gramedia Pustaka Utama, 2024), dan Ketika Senja Jatuh di Nara (Gramedia Pustaka Utama, 2025).
Selain itu, Zaky juga menulis buku nonfiksi Kehausan di Ladang Air (SvaTantra, 2012), Komedi Sepahit Kopi (SvaTantra, 2013), dan Blues untuk Marcos (SvaTantra, 2022). Zaky juga memiliki buku kumpulan puisi Di Muara Tagus (SvaTantra, 2020).
Pada 2021, Zaky memenangkan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta untuk naskah Kereta Semar Lembu. Setelah terbit, karya yang sama terpilih sebagai Prosa Pilihan Majalah Tempo 2022. Pada 2023, Zaky meraih penghargaan sastra dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
KEUNGGULAN PRODUK
Karya dari pengarang pemenang I Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2021.
Kumpulan cerpen ini menjadikan kota sebagai wilayah dengan permasalahannya yang khas seputar kesepian, kemiskinan, dan krisis identitas.
Cerpen-cerpen di sini nyaris semuanya “selesai” dengan cerita para tokohnya. Tidak menggantung.
Dilengkapi foto-foto artistik di tiap cerpennya.
Edisi cetakan pertama akan dilengkapi sampul dalam.