Download Tokopedia App
Tentang TokopediaMulai Berjualan PromoTokopedia Care
tokopedia-logo
Kategori
Kejar Diskon
Berakhir dalam
22 hari
21 hari5 jam14 menit9 detik
Atur jumlah dan catatan

Stok Total: 37

harga sebelum diskonRp189.000

Subtotal

Rp151.200

Gramedia Buku Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan (IGNAS KLEDEN)

Rp151.200
diskon 20%
Harga sebelum diskon Rp189.000
    Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan merupakan antologi karya salah seorang maestro esai yang pernah kita miliki: Ignas Kleden. Dalam buku ini, dengan ketajaman seorang intelektual tulen serta keluwesan seorang perawi, ia merespons karya nama-nama besar dalam kesusastraan Indonesia seperti Pramoedya Ananta Toer, Umar Kayam, Joko Pinurbo, Dorothea Rosa Herliany, dan lain-lain.



    Profil Penulis:

    IGNAS KLEDEN [19 Mei 1948-22 Januari 2024], dikenal sebagai penulis esai ilmu sosial, kebudayaan, dan kesusastraan. Lahir di Larantuka, Flores Timur, dia mendapat pendidikan di seminari menengah Hokeng, Flores, kemudian meneruskan ke pendidikan filsafat dan teologi di STFK Ledalero, Maumere, hingga 1974. Pada akhir 1979 dia meneruskan studi ke Hochschule fuer Philosophie, Muenchen, dan mendapatkan gelar MA Phil. pada awal 1982 dengan tesis berjudul: Poppers Kritik der Geschichtsphilosophie: Untersuchungen zu Motiv und Wert einer Anwendung seiner Falsifikationsfoerderung (Kritik Popper terhadap Filsafat Sejarah: Penelitian tentang Motif dan Bobot Sebuah Penerapan atas Tuntutan Falsifikasi). Pendidikan tinggi terakhir yang ditempuhnya adalah pendidikan doktoral di jurusan sosiologi pembangunan, Universitas Bielefeld, Jerman, dan mendapatkan gelar Dr. rer.soc. (doctor rerum societatis—doktor sosiologi) pada awal 1995 dengan tesis berjudul: The Involution of the Involution Thesis: Clifford Geertz’s Studies of Indonesia Revisited.



    Saat ini [2004] Ignas Kleden bekerja sebagai pengajar pada program S2 dan S3 di Jurusan Komunikasi, Universitas Indonesia, dan program S2 di Jurusan Filsafat, STF Driyarkara, serta menjadi anggota Dewan Penyantun Universitas Katolik Atmajaya. Menjadi pendiri dan direktur eksekutif Pusat Pengkajian Indonesia Timur atau Center for East Indonesian Affairs/CEJA, hingga saat ini. Sejak 2003 diangkat menjadi anggota Akademi Jakarta. Menjadi Presiden Komite Indonesia untuk KAAD (Katholischer Akademischer Auslaenderdienst), sebuah lembaga katolik Jerman yang memberikan beasiswa untuk mahasiswa asing.

    Selain menulis kolom jurnalistik untuk Kompas, Media Indonesia, The Jakarta Post, Tempo, dan Jurnal Ekonomi dan Keuangan, ia juga telah menulis buku Sikap Ilmiah dan Kritik Kebudayaan (LP3ES, 1988), Menulis Politik: Indonesia sebagai Utopia (Penerbit Kompas, 2002), Masyarakat dan Negara: Sebuah Persoalan (IndonesiaTera, 2004), serta berbagai kajian tentang Indonesia untuk buku-buku yang diterbitkan di luar negeri. Sebagai penghargaan atas prestasinya di bidang pemikiran sosial, pada Agustus 2003 ia dianugerahi “Achmad Bakri Award” oleh Freedom Institute, Jakarta.
    Ada masalah dengan produk ini?

    ULASAN PEMBELI

    5.0/ 5.0

    100% pembeli merasa puas

    6 rating • 1 ulasan

    5(6)100%
    4(0)0%
    3(0)0%
    2(0)0%
    1(0)0%