Garam Tejakula berasal dari kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali. Proses produksinya yaitu dengan meratakan tanah yang dicampur air laut menggunakan tulud di tambak garam. Setelah mengering, lapisan permukaan tanah bagian atas dikeruk dan dinaikkan ke atas alat bernama tinjung. Air yang menetes dari dalam tinjung selanjutnya dijemur di dalam palung hingga garam mengkristal.
Garam Kusamba berasal dari Desa Kusamba, Klungkung, Bali. Prosesnya dibuat dari hasil penyulingan air laut yang di bawa di sebuah lapak-lapak yang terbuat dari batang pohon kelapa untuk di keringkan di bawah sinar matahari. Setelah mendapatkan panas matahari yang cukup, kemudian air menjadi garam mengkristal.
Garam Kusamba memiliki warna yang lebih putih dari pada garam Tejakula.
Butiran Garam keduanya lebih kasar jika dibandingkan dengan garam dapur biasa. Karena itu Garam Kusamba dan Tejakula memiliki rasa yang lebih kompleks dan gurih dibanding garam dapur biasa. Selain itu garam laut alami seperti Garam Kusamba dan Tejakula kaya dengan kandungan mineralnya seperti calcium, magnesium, potassium dan sodium.
GARAM MIRIT 500gr
Dari pantai selatan Kebumen, Provinsi Jawa Tengah garam Mirit diproduksi. Diambil langsung dari sumbernya, air laut dialirkan ke kubah-kubah evaporator. Air laut terevaporasi menghasilkan butir-butir garam melalui proses pengeringan alami dari terik matahari. Butir garam dipanen langsung, tanpa melewati proses penambahan bahan lain.
Garam asli natural (unrifined) tanpa pengolahan panjang ataupun tambahan yodium sintetis. Yodium alami yang terkandung dalam garam Mirit berpadu serasi dengan kandungan mineral alami lainya, tanpa tambahan bahan sintetis apa pun.
Garam Mirit kami telah lulus uji lab bebas dari logam berat.
Garam Mirit berbentuk butiran kristal bersih seperti salju (kasar).