Kategori


    Cari di kategori ini


    Harga

    Brand

    Populer
    {{key}}

    Brand

    Warna

    Lihat Semua Warna

    Ukuran

    Ukuran

    Lokasi

    Populer
    {{key}}

    Lokasi

    Lihat Semua Lokasi

    Dukungan Pengiriman

    Kondisi

    Toko

    Rating

    Umur

    SelesaiFitur Baru: Free ReturnsTemukan beragam pilihan produk Free Returns. Produk dapat diretur secara GRATIS jika berubah pikiran. Pelajari lebih lanjut.
    {{tokopedia.loc('Product List')}} {{pagination.item_start|thousand_separator}} - {{ pagination.item_end|thousand_separator}} {{tokopedia.loc("from")}} {{pagination.total_item|thousand_separator}}
    Urutkan :
    Reputasi:

    {{tokopedia.loc("SEARCH_NOT_FOUND_1")}}

    {{tokopedia.loc("SEARCH_NOT_FOUND_2")}}
    {{model.name}}
    {{model.name}}
    {{model.price}}
    ({{model.count_review}})
     
    {{e.title}}
    Grosir
    • {{wp.quantity_min}} - {{wp.quantity_max}}≥ {{wp.quantity_min}}≥ {{wp.price}}
    PO
      {{ model.shop.city }}
    RSS
    Sejarah Perkembangan Novel Indonesia

    Perkembangan novel Indonesia pun ternyata sudah dimulai sejak dahulu kala bahkan di era penjajahan. Jika dijabarkan, sejarah perkembangan novel Indonesia sangatlah panjang dan tak lepas dari faktor sosial dan budaya yang melekat pada era tersebut. Pada tahun 1920, Marah Rusli menggebrak lewat kisah balada romansa yang sangat populer dan menjadi salah satu novel Indonesia bersejarah yaitu, Siti Nurbaya. Kemudian muncul pula novel Indonesia berjudul Atheis karya Achdiat Karta Miharja pada tahun 1949, dengan membawa tema keagamaan. Di era 80an, novel Indonesia legendaris lainnya lahir yaitu Ronggeng Dukuh Paruk karya Achmad Tohari yang berhasil menceritakan tema daerah dengan sangat apik. Perkembangan novel Indonesia kerap berlanjut hingga saat ini telah bermunculan banyak sekali novelis muda berbakat dengan beragam jenis cerita dan tema. Bahkan tidak sedikit pula karya novel Indonesia yang juga digubah menjadi sebuah film.

    Sejarah Novel Indonesia yang Pertama Kali Terbit

    Dalam sejarah perkembangan novel Indonesia, Siti Nurbaya memang termasuk ke dalam tonggak lahirnya novel Indonesia modern pertama yang diterbitkan. Namun faktanya, jauh sebelum Siti Nurbaya, sekitar tiga puluh tahun sebelum Siti Nurbaya terbit, ada sebuah novel Indonesia yang terbit pada tahun 1886. Novel Indonesia tersebut berjudul Bintang Toedjoeh yang dikarang oleh Lie Kim Hok. Walaupun novel Indonesia Bintang Toedjoeh ini menggunakan bahasa Indonesia melayu, namun latar cerita pada novel ini adalah negeri Tiongkok yaitu pada kerajaan cina Taj Tjheng Tiaw. Tebal novel Indonesia pertama ini adalah sebanyak lima ratus halaman. Lie Kiem Hok sendiri merupakan seorang keturuan Tionghoa yang mengembangkan sastra melayu-tionghoa di Indonesia yang kala itu masih bernama Hindia-Belanda. Menariknya, dalam novel Indonesia Bintang Toedjoeh, Lie Kim Hok mengangkat isu mengenai keberpihakan dirinya pada kaum-kaum lemah Tionghoa kala itu.

    Tokoh-Tokoh Sejarah Novel Indonesia yang Melegenda

    Dibalik berkembangnya karya novel Indonesia di Indonesia, terdapat kisah-kisah inspiratif mengenai munculnya tokoh sastra dan novel Indonesia. Siapa yang tidak mengenal nama Pramoedya Ananta Toer? Pram adalah salah satu tokoh novel Indonesia yang legendaris karena karya-karya nya dan juga kisah tragis pernah dipenjara oleh tiga penguasa yaitu: pasukan Belanda karena keterlibatannya pada pasukan pejuang kemerdekaan Indonesia, kemudian Orde Lama karena menerbitkan buku Hoa Kiau di Indonesia, serta Orde Baru karena Pram dianggap sastrawan novel Indonesia yang berpihak pada komunisme. Karya novel Indonesia Pram yang paling terkenal adalah tetraloginya yang dibuat dalam sepuluh tahun keterasingan di Pulau Buru. Tak hanya Pram, adapula beberapa tokoh novel Indonesia modern seperti Putu Wijaya, Seno Gumira Ajidarma, dan juga Ayu Utami yang kerap mengangkat isu-isu feminisme. Tokoh-tokoh novel Indonesia inilah yang menginspirasi munculnya novelis muda modern di era saat ini.

    Penulis Novel Indonesia yang Mendunia

    Ternyata ada banyak sekali penulis novel Indonesia yang berhasil melebarkan namanya ke luar negeri. Sang maestro Pramoedya Ananta Toer, karya novel Indonesia nya sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari empat puluh satu bahasa asing, hingga karya Pram yang diakui di luar negeri dengan adanya penghargaan Freedom to Write Award dari PEN American Center di tahun 1988, penghargaan The Fund to Free Expression dari New York di tahun 1989, dan Wertheim Award untuk His Meriotorious Services to the Struggle for Emancipation of Indonesian People dari the Wertheim Foundation, Belanda di tahun 1995. Selain Pram, ada pula penulis novel Indonesia klasik, Achmad Tohari yang terkenal dengan novel Indonesia nya Ronggeng Dukuh Paruk, telah diterjemahkan ke beberapa bahasa asing seperti Bahasa Jepang, Tionghoa, Belanda, dan Jerman. Tak hanya itu, Tohari pun telah menerima penghargaan SEA Write Award di tahun 1995 dan hadiah Sastra Rancage di tahun 2007.