Gramedia Buku Novel Seri Klasik Semasa Kecil: Astrid Rumah Pohon ( Djokolelono )
Rp80.000
diskon 20%
Harga sebelum diskon Rp100.000
Awalnya, semua anak kelas enam membenci Anto. Anak yang paling pintar matematika itu memang cuek, angkuh, dan enggan berteman. Anto tidak memerlukan kawan maupun persahabatan. Namun, Astrid akhirnya tahu bahwa Anto si anak genius itu punya kelemahan. Anto rapuh dan dianggap tidak berharga oleh ayahnya sendiri. Bahkan, Anto harus menyembunyikan hal yang amat disukainya demi ekspektasi tinggi ayahnya. Bentrok antara ambisi sang ayah dan keinginan sang anak tak terhindarkan. Meledak bagaikan bom! Astrid pun terkena serpihannya.
Prolog:
Setelah Astrid dan Bandit kami pilih sebagai buku pertama yang diterbitkan kembali dari sembilan buku di seri Astrid, rasanya tidak mudah memutuskan dua buku lagi untuk diterbitkan bersama dalam “Seri Klasik Semasa Kecil”. Buku Astrid dan Bandit bukan hanya terkenang dan populer karena menjadi yang pertama. Nuansa aksi yang melibatkan mafia internasional dan Interpol begitu menonjol dan heboh. Buku Astrid di Palungloro serta Astrid: Rumah Pohon bukan jenis cerita aksi yang badas seperti itu. Djokolelono sendiri mengakui paling “favorit bahasanya” untuk Astrid di Palungloro. Sedang buku Astrid: Rumah Pohon disebutnya dengan frasa “paling dramatis hatinya”.