Download Tokopedia App
Tentang TokopediaMulai Berjualan PromoTokopedia Care
tokopedia-logo
Kategori
Kejar Diskon
Berakhir dalam
24 hari
23 hari0 jam16 menit30 detik
Atur jumlah dan catatan

Stok Total: 20

harga sebelum diskonRp109.000

Subtotal

Rp108.900

Gramedia Buku Novel Tere Liye Hana-Tara-Hata

Rp108.900
diskon 1%
Harga sebelum diskon Rp109.000
    Apakah kalian sudah mengenal Hana, penghuniPadang Perdu Klan Matahari?

    Ini adalah kisahnya. Tentang seorang pemilik kekuatan “membaca alam sekitar”. Tentang seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya. Rasa sakit. Kehilangan. Pengorbanan. Kebencian. Memaafkan. Tumpah menjadi satu. Juga pertarungan mematikan, tempat-tempat berbahaya, hewan dan tumbuhan legendaris.

    Kalian mungkin telah tahu kisah ini dari buku-buku sebelumnya, bukan? Tapi itu tidak lengkap. Belum selesai. Karena kita tidak benar-benar tahu akhir sesuatu sebelum sesuatu itu benar-benar berakhir. Dan saat kisah itu berakhir, itu boleh jadi ternyata menjadi awal dari kisah lain yang lebih seru.

    Buku ini adalah buku ke-17 dari serial BUMI.
    “Raib, kamu betulan jadi jalan-jalan bareng orang seram itu?” Mama bertanya.

    “Iya, Ma. Dan Master B itu tidak seram.”

    “Jam berapa? Jam lima kan?”

    “Iya.”

    “Kok belum datang? Jangan-jangan orang seram itu lupa.” Mama menunjuk jam di dinding dengan gerakan dagu.

    “Kan memang belum jam lima, loh.” Raib menggeleng santai.

    “Sudah lewat lima, Raib.” Mama menunjuk jam lagi.

    “Belum. Mama kok lupa sih.”

    Papa yang ikut duduk di ruang tengah tertawa, “Belum, Ma. Kan Mama sendiri yang memajukan jarum jam 10 menit. Biar kalau telat, ternyata masih ada sisa waktu segitu.”

    Mama nyengir. Benar juga.

    “Master B selalu on time kok, Ma.” Raib meluruskan kaki. Dan Master B selalu ingat janjinya, apalagi janji dengan Raib.

    Sore itu, Raib memakai kemeja katun hijau dan celana panjang gelap. Pakaian kasual yang nyaman. Tas kecil ada di sampingnya. Dia sejak tadi sudah siap-siap. Mama dan Papa menemaninya sambil menonton televisi. Itu sore yang spesial. Karena Master B mengajaknya jalan-jalan. ‘Nge-date’ gitu loh.

    “Raib.” Mama bicara lagi.

    “Iya, Ma?” Raib menoleh.

    “Kenapa kamu tidak jalan-jalan bareng anak muda yang tampan itu? Kok malah jalan bareng orang seram itu sih.”

    “N-ou maksudnya?”

    Papa tertawa lagi, “Itu sih Mama yang mau ketemuan sama N-ou kan?”

    Mama melotot. Kata siapa?!

    “N-ou dan Si Putih datang besok, Ma. Pas hari ulang tahun, kan selalu begitu jadwalnya. Master B sengaja mengajakku jalan-jalan lebih dulu sore ini. Biar lebih santai. Paling hanya beberapa jam deh.” Raib menjelaskan. Itu sebenarnya sudah berkali-kali dia jelaskan sejak dua minggu lalu, saat minta izin ke Mama.

    “Mama tetap seram lihat orang itu, Ra. Dia betulan nggak jahat, kan?”

    Raib menggeleng. Master B itu, bahkan semut saja dia tidak mau menginjaknya. Wajahnya memang seram. Juga cara bicara, menggeram, menggerung. Tapi Master B itu hatinya lembut.
    Ada masalah dengan produk ini?

    ULASAN PEMBELI

    4.9/ 5.0

    100% pembeli merasa puas

    19 rating • 12 ulasan

    5(18)94.74%
    4(1)5.26%
    3(0)0%
    2(0)0%
    1(0)0%
    Diambil dari Tokopedia & TikTok Shop by Tokopedia