Atur jumlah dan catatan
Stok: Habis
Subtotal
-
Malam Pertama Calon Pendeta
Rp89.000
Bali sering dipuji memiliki masyarakat saling menghargai, penuh tenggang rasa, hidup dalam pola keseimbangan antara alam, pribadi-pribadi dan Tuhan. Namun, sejak lama pula orang-orang punya catatan, betapa kehidupan adat, tradisi, dan kasta di Bali merupakan sumber konflik. Catatan-catatan ini samar dari dunia luar, tenggelam oleh kibar gemerlap industri turisme._x000D_
_x000D_
Lahir dan tumbuh di Bali, tentu Aryantha Soethama acap tergoda menulis konflik tradisi. Banyak hal ia sodorkan dalam karya-karyanya untuk membuka perhatian dunia, betapa Bali menyimpan banyak paradoks kemanusiaan yang bersumber dari adat dan tradisi._x000D_
_x000D_
Buku kumpulan cerita ini mencoba menyuguhkan sebagian dari paradoks, tragedi dan ironi memilukan itu. Dengan bahasa sederhana, Aryantha menulis yang ia alami, lingkungan yang ia cermati, disertai penelusuran suntuk terus-menerus. la gemilang meramu warna lokal dengan pengembangan alur konflik yang sangat cantik, menjadi cerita-cerita memikat, unik, dan autentik._x000D_
_x000D_
Profil Penulis:_x000D_
Lahir dan dibesarkan di Bali, Gde Aryantha Soethama paham betul tanah kelahirannya, yang kemudian ia tulis dalam puisi, cerita pendek, laporan perjalanan, dan karya jurnalistik, untuk surat kabar di Bali, serta sejumlah majalah dan koran Jakarta. Pengalamannya menjadi wartawan, koresponden, pemimpin redaksi, ia kemas ke dalam buku Menjadi Wartawan Desa (1985), Wawancara Jurnalistik (1986), dan Koran Kampus (1986). Tahun 2016, Kompas memberinya penghargaan kesetiaan berkarya. la menetap di Denpasar, menjadi penulis lepas, sembari mengurus percetakan dan penerbitan.
_x000D_
Lahir dan tumbuh di Bali, tentu Aryantha Soethama acap tergoda menulis konflik tradisi. Banyak hal ia sodorkan dalam karya-karyanya untuk membuka perhatian dunia, betapa Bali menyimpan banyak paradoks kemanusiaan yang bersumber dari adat dan tradisi._x000D_
_x000D_
Buku kumpulan cerita ini mencoba menyuguhkan sebagian dari paradoks, tragedi dan ironi memilukan itu. Dengan bahasa sederhana, Aryantha menulis yang ia alami, lingkungan yang ia cermati, disertai penelusuran suntuk terus-menerus. la gemilang meramu warna lokal dengan pengembangan alur konflik yang sangat cantik, menjadi cerita-cerita memikat, unik, dan autentik._x000D_
_x000D_
Profil Penulis:_x000D_
Lahir dan dibesarkan di Bali, Gde Aryantha Soethama paham betul tanah kelahirannya, yang kemudian ia tulis dalam puisi, cerita pendek, laporan perjalanan, dan karya jurnalistik, untuk surat kabar di Bali, serta sejumlah majalah dan koran Jakarta. Pengalamannya menjadi wartawan, koresponden, pemimpin redaksi, ia kemas ke dalam buku Menjadi Wartawan Desa (1985), Wawancara Jurnalistik (1986), dan Koran Kampus (1986). Tahun 2016, Kompas memberinya penghargaan kesetiaan berkarya. la menetap di Denpasar, menjadi penulis lepas, sembari mengurus percetakan dan penerbitan.
Ada masalah dengan produk ini?
ULASAN PEMBELI

Belum ada ulasan untuk produk ini
Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan