Penulis : Agus Wahyudi Ukuran : 14X20cm Tebal : 308hlm Terbit : Januari 2011 Penerbit : DIVA
Di antara tokoh Islam populer di masa Kerajaan Demak yang memiliki tingkat kesamaan cerita sebagaimana Syekh Siti Jenar adalah Ki Ageng Pengging, cucu dari penguasa Kerajaan Majapahit, Brawijaya V. Lantas, siapakah nama sebenarnya dari sosok yang satu ini? Dan, kenapa pula ia digelari Ki Ageng Pengging? Novel bagus ini akan mengantarkan Anda masuk ke dalam setting sejarah di mana para wali legendaris sekelas Sunan Kudus masih duduk dalam struktur pemerintahan raja Demak di bawah kepemimpinan Sultan Trenggono. Dan, yang lebih menarik lagi, novel ini juga akan membawa Anda pada sepak terjang kontroversial dalam laku spiritual wali agung, Ki Ageng Pengging yang dianggap telah melawan tatanan syariat Islam yang berbuntut pada keresahan tokoh-tokoh pemuka agama dan stabilitas pemeluk Islam di wilayah kekuasaan Demak. Atas alasan itulah, akhirnya sang Sultan Trenggono pun meminta Sunan Kudus untuk meredam gejolak tersebut. Anda ingin tahu, langkah apa yang selanjutnya diambil Sunan Kudus? Baca novel bertema langka ini, niscaya akan Anda temukan banyak pelajaran penting yang dikandungnya, terutama ilmu tasawuf kelas tinggi dari sosok heroik-tragis sekelas Ki Ageng Pengging, sang sufi agung Jawa