Buku Suluk Gunung Jati - Enang Rokajat Asura - Novel
Rp36.500
diskon 57%
Harga sebelum diskon Rp85.000
**Klaim kekurangan dan kerusakan wajid disertai video unboxing paket. Tanpa menyertakan video unboxing, mohon maaf klaim tidak dapat diterima. Terima kasih**
Buku Original Mizan Grup
Kau adalah kujang mungil, ditempa dari wesi kuning, dari bumi Sunda berada, melanglang menunjuk langit, getar nini paraji yang mengiringi sukma dan asma Syarif Hidayatullah. Ia kemudian menjelma menjadi seorang raja yang juga ulamakelak dikenal sebagai Sunan Gunung Jatimeneruskan jejak para leluhur. Bila langkah Nyimas Rarasantangibunda Sunan Gunung Jatimelakukan perjalanan spiritual mencari Nur Muhammad dimulai dari Keraton Pajajaran Amparan Jati Pasai Campa Mekkah, Sunan Gunung Jati menempuh dari arah sebaliknya. Pertemuan dengan Sunan Ampel merupakan titik awal pembagian daerah dakwah, sekaligus upaya rekonsiliasi Sunda-Jawa pasca Perang Bubat.
Bagaimana Sunan Gunung Jati menghadapi eyangnya sendiri di Pakuan Pajajaran yang berbeda keyakinan? Nglurug tanpa bala kalah tanpa ngasorake dan desa mengurung kota, langkah yang kemudian ditempuhnya. Langkah ini tidak saja berhasil menyebarkan Islam kepada leluhur, tapi juga memperkuat barisan pertahanan. Sehingga ketika medan jihad terbuka, laskar Islam di bawah komandonya, tidak saja berhasil mengusir Portugis tapi sekaligus meruntuhkan Pakuan Pajajaran. Sikapnya sebagai pandhita ratu terlukis kuat saat menghadapi ulama kontroversialSyaikh Siti Jenar. Ketika Syaikh Siti Jenar diundang ke Cirebon dan mengatakan: Tidak ada Siti Jenar, yang ada Gusti Allah, Sunan Gunung Jati pun membalas: Ya sudah panggil Gusti Allah ke sini. Kekerabatan kedua ulama ini tidak semata terikat oleh Syaikh Nurjatipamanda Syaikh Siti Jenartapi buah dari saling memahami ajaran yang berbeda. Sunan Gunung Jati termasuk yang pasang badan pada saat Dewan Wali hendak mengadili Syaikh Siti Jenar.