Atur jumlah dan catatan
Stok Total: Sisa 9
Subtotal
Rp29.000
Novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis
Rp29.000
- Kondisi: Baru
- Min. Pemesanan: 1 Buah
- Etalase: Novel Indonesia
Salah Asuhan, Novel karya Abdoel Moeis
Penerbit : Balai Pustaka, Cetakan Ke-42, 2013 (Cetakan Pertama ,1928)
Ukuran : 15 x 21 cm
Halaman : xvi + 336
Novel Pujangga Baru sebelum kemerdekaan, banyak berkisah tentang perlawanan terhadap adat. Percobaan-percobaan manusia Indonesia untuk keluar dari belenggu adat. Salah Asuhan berkisah tentang hal lain. Tentang perkawinan campuran, suatu pokok masalah yang masih jarang dibahas ketika itu. Seorang lelaki Pribumi (Hanafi) menikahi perempuan keturunan Perancis (Corrie de Bussee). Meskipun Hanafi telah mencoba menjadi Eropa (ketika itu dianggap juga menjadi modern) tetapi kaum Eropa sendiri tak terlalu terbuka terhadapnya. Sementara kaum keluarga yang dianggapnya tak berkesesuaian lagi dengan hidupnya tak lagi hendak menerimanya. Hanafi terjepit dalam penolakan orang-orang Barat terhadapnya dan kedurhakaannya terhadap kaum kerabat.
Novel karya Abdoel Moeis ini sangat meremangkan perasaan. Penulisnya ialah juga seorang pejuang. Pemerintah RI, melalui SK Presiden RI No. 218/1959, menganugerahinya Pahlawan Pergerakan Nasional.
Meski diterbitkan oleh Balai Pustaka (yang ketika itu merupakan penerbit resmi pemeritan kolonial) Salah Asuhan dapat dikatakan sebagai pemberontakan yang halus, pemberontakan fikiran, kepada penjajahan.
Penerbit : Balai Pustaka, Cetakan Ke-42, 2013 (Cetakan Pertama ,1928)
Ukuran : 15 x 21 cm
Halaman : xvi + 336
Novel Pujangga Baru sebelum kemerdekaan, banyak berkisah tentang perlawanan terhadap adat. Percobaan-percobaan manusia Indonesia untuk keluar dari belenggu adat. Salah Asuhan berkisah tentang hal lain. Tentang perkawinan campuran, suatu pokok masalah yang masih jarang dibahas ketika itu. Seorang lelaki Pribumi (Hanafi) menikahi perempuan keturunan Perancis (Corrie de Bussee). Meskipun Hanafi telah mencoba menjadi Eropa (ketika itu dianggap juga menjadi modern) tetapi kaum Eropa sendiri tak terlalu terbuka terhadapnya. Sementara kaum keluarga yang dianggapnya tak berkesesuaian lagi dengan hidupnya tak lagi hendak menerimanya. Hanafi terjepit dalam penolakan orang-orang Barat terhadapnya dan kedurhakaannya terhadap kaum kerabat.
Novel karya Abdoel Moeis ini sangat meremangkan perasaan. Penulisnya ialah juga seorang pejuang. Pemerintah RI, melalui SK Presiden RI No. 218/1959, menganugerahinya Pahlawan Pergerakan Nasional.
Meski diterbitkan oleh Balai Pustaka (yang ketika itu merupakan penerbit resmi pemeritan kolonial) Salah Asuhan dapat dikatakan sebagai pemberontakan yang halus, pemberontakan fikiran, kepada penjajahan.
Ada masalah dengan produk ini?
ULASAN PEMBELI

Belum ada ulasan untuk produk ini
Beli produk ini dan jadilah yang pertama memberikan ulasan