9 Tahun Bersama Tokopedia: Mengubah Mimpi menjadi Inspirasi

12952

Bertepatan dengan hari ulang tahun ke-73 Indonesia, Tokopedia genap berusia sembilan tahun. Lewat misi pemerataan ekonomi secara digital, kini sudah lebih dari empat juta masyarakat Indonesia telah memulai dan mengembangkan bisnisnya bersama Tokopedia. Mereka melayani lebih dari 78 juta masyarakat Indonesia yang setiap bulannya mengunjungi Tokopedia.

Bagi kami, para seller Tokopedia bukan hanya sekedar pebisnis biasa. Mereka adalah persona yang memiliki mimpi besar dan pantang menyerah untuk mewujudkannya. Tidak sedikit dari mereka yang memulai sendiri dan memekarkan usahanya dari bawah, dengan modal seadanya. Selain gigih dan berani, para pebisnis ini juga berperan besar sebagai kunci penggerak perekonomian. Mereka dapat memberikan kesempatan bekerja pada orang-orang di lingkungan sekitar, membantu meningkatkan perekonomian di daerahnya.

Berikut ini adalah beberapa seller yang mewakili empat juta lainnya, mereka setia mengembangkan bisnisnya bersama Tokopedia, mulai dari bawah sampai saat ini:

Peukan Online, Aceh

Anggun Kasturi adalah seorang remaja perempuan survivor tsunami di Aceh yang terjadi tahun 2004 silam. Kehilangan tempat tinggal dan ayahanda yang ia sayangi membuatnya harus berusaha kembali dari nol. Ia memulai brand oleh-oleh khas setempat, produk pisang sale buatan ibunya yang dipasarkan di lingkungan sekitar rumahnya. Alhasil, Anggun berhasil membuat produk asal Aceh dikenal lebih banyak orang, dari Sumatera hingga tanah Papua.

Ikuti kisah Peukan Online di: http://bit.ly/peukanaceh

Pondok Bang Fajeri, Kalimantan

Di usia yang tak muda lagi, Fajeri baru memiliki kesempatan untuk mempelajari internet marketing dengan bermodalkan laptop pinjaman. Melalui internet marketing, Fajeri melihat peluang bisnis dan memutuskan untuk menjual oleh-oleh khas Kalimantan. Baginya, tidak ada kata terlambat untuk belajar. “Dengan belajar, saya sadar bahwa dunia berkembang begitu pesat, kalau kita tidak belajar dan membuka pikiran pada perubahan, kita bisa tertinggal,” ucapnya.

Ikuti kisah Pondok Bang Fajeri di: http://bit.ly/pondokbangfajeri

Liontin ID, Palembang

Beberapa tahun silam, Dheka bekerja sebagai desainer di negeri tetangga. Saat ia memutuskan untuk kembali ke tanah air dan mulai berjualan online, banyak orang yang mempertanyakan keputusan Dheka. Pada akhirnya perjuangan Dheka terbayarkan saat melihat produknya digunakan oleh banyak orang. “Kalau kita menginginkan sesuatu, kita hanya butuh keberanian untuk mengejarnya,” ucap Dheka.

Ikuti kisah Liontin ID di: http://bit.ly/liontinid

Mendekor, Jakarta

Di usia yang masih tergolong muda, Brian telah memiliki usaha furnitur online. Ide bisnis ini didapat dari pengalamannya menimba ilmu dan bekerja di luar negeri. Dalam melakukan persiapan, Brian turun ke lapangan secara langsung untuk mencari material dan membangun kerjasama dengan para pengrajin dari pelosok pulau Jawa dan Bali. Lewat Tokopedia, Brian memasarkan produknya hingga ke seluruh Indonesia. Harapan ke depannya adalah ia ingin memperluas jangkauan pasar dan bisa bekerja sama dengan pengrajin dari luar pulau Jawa dan Bali.

Ikuti kisah Mendekor di: http://bit.ly/mendekor

Noonaku Signature, Jakarta

Karena desakan untuk memenuhi kebutuhan biaya dan perlengkapan kuliah di bidang arsitektur, kakak beradik bernama Flo dan Felicia merintis bisnisnya secara online dengan modal nol rupiah. Berawal dari menjadi reseller pakaian saat kuliah, kini usaha keduanya berbuah manis. Mereka telah memiliki brand sendiri berlabel NoonaKu Signature, yang beromzet miliaran rupiah dan mampu menembus pasar Singapura. Kini, mereka bahkan telah mampu membelikan rumah untuk orang tuanya.

Ikuti kisah Noonaku Signature di: http://bit.ly/noonakusignature

Smitten by Pattern, Jakarta

Memiliki kemampuan bercerita melalui gambar, Laras dan Ella, dua perempuan yang bersahabat sejak di bangku SMP, membangun bisnis di bidang tekstil. Smitten by Pattern menjual kain bermotif unik yang nantinya diproduksi menjadi scarf, sarung bantal, pakaian, dan berbagai produk lainnya. Dengan berkarya sepenuh hati, Laras dan Ella sangat memperhatikan makna dan nilai seni dari setiap motif pada produk Smitten by Pattern.

Lancar Berkah, Malang

Tinggal di kawasan dengan mayoritas profesi pengrajin tempe membuat Pak Nanang dan para tetangganya ikut menekuni profesi tersebut. Bermula dari pemasaran melalui word of mouth, Pak Nanang melihat adanya potensi pada platform online. Hal inilah yang akhirnya mengenalkannya pada Tokopedia. Sejak bergabung dengan Tokopedia, produknya pun bisa dipasarkan dari Sabang sampai Merauke. Bersama dengan tetangga dan saudaranya, Pak Nanang tak berhenti memberikan produk dengan kualitas terbaik untuk para pembeli. Secara langsung ia dan istrinya telah menciptakan peluang bagi masyarakat sekitar sambil terus berinovasi dengan produknya.

Ikuti kisah Lancar Berkah di: http://bit.ly/lancarberkah

Lightcraft, Surabaya

Pengalaman bekerja di kapal pesiar sambil keliling dunia membuat wawasan Guntoro menjadi terbuka, ia melihat cotton ball light cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi, produk ini masih didapat secara import. Guntoro pun bertekad untuk menjadi produsen cotton ball light pertama di Indonesia. Lewat banyak trial and error, kerja keras Guntoro dan rekannya pun terbayar. Sekarang, ia tengah memasarkan produknya sampai ke mancanegara.

Ikuti kisah Lightcraft di: http://bit.ly/lightcraftsurabaya

Insana, Kupang

Berawal dari rasa cinta akan kampung halamannya, Yessy Tamonob dan Rode Ayu, dosen Yessy semasa kuliah, memulai bisnis oleh-oleh khas Kupang. Mereka menjual souvenir, aksesoris, hingga makanan khas Kupang. Selain bisnis oleh-oleh tradisional, Yessy dan Rode Ayu menjalankan bisnis yang bergerak di bidang biro travel dengan tujuan untuk memperkenalkan objek wisata Kupang yang indah, namun masih kurang populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Meski pada awalnya Yessy dan Rode dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya, pada akhirnya mereka dapat memperkenalkan komoditi, objek pariwisata dan budaya Nusa Tenggara Timur ke seluruh Indonesia melalui Insana.

Sembilan seller ini adalah pengejar mimpi. Lebih dari sekadar penjual, mereka mengubah mimpi menjadi inspirasi. Terima kasih kepada empat juta seller yang sudah memulai mimpinya dan bergerak bersama Tokopedia untuk merealisasikan misi pemerataan ekonomi secara digital. Mulai mimpimu bersama Tokopedia.