• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

Apa itu Kripto dan Mengapa Investasi Kripto Berisiko Tinggi?

Share

Apa itu Kripto dan Mengapa Investasi Kripto Berisiko Tinggi?

Uang kripto adalah instrumen investasi yang sedang naik daun. Ketahuilah arti dan risiko dari kripto.


Cryptocurrency atau uang kripto merupakan salah satu jenis investasi yang masih tergolong baru. Berkat popularitas Bitcoin, uang kripto lainnya pun mulai menarik perhatian orang-orang.

Kini, ada berbagai macam uang kripto selain Bitcoin, seperti Ethereum, Dogecoin, Solana, Monero, dan masih banyak lagi.

Sebelum kamu berinvestasi pada uang kripto, kamu perlu memperdalam pengetahuan kamu tentang instrumen investasi tersebut sekaligus mengetahui risiko-risikonya.

BACA JUGA: NFT, MASA DEPAN SENI DIGITAL ATAU 'FATAMORGANA'?

Pengertian Kripto

Kripto

Sumber Gambar: Pexels

Cryptocurrency berasal dari dua kata, yaitu cryptography yang berarti kriptografi atau kode rahasia, dan currency yang diartikan sebagai mata uang. Dengan kata lain, uang kripto adalah mata uang digital yang diamankan oleh kriptografi atau kode rahasia.

Uang digital ini diciptakan oleh komputer sehingga memungkinkan perdagangan dan kepemilikan yang aman, serta tidak dapat dipalsukan. Pencatatan transaksinya pun tercatat dalam blockchain.

Blockchain adalah buku besar digital yang menyimpan berbagai macam data seperti aktivitas transaksi uang kripto. Setelah tercatat, data di dalam blockchain tidak dapat diubah atau dimanipulasi, sehingga aman.

Sebagai mata uang, tentunya orang akan mengira bahwa uang kripto hanyalah sebuah alat transaksi. Namun, banyak orang yang menggunakannya sebagai instrumen investasi karena nilai mata uang virtual ini dapat naik atau turun.

Berbeda dengan mata uang konvensional, nilai dari mata uang kripto tidak dikontrol oleh otoritas sentral. Sehingga, nilainya dikendalikan sepenuhnya oleh orang-orang yang menggunakan mata uang kripto itu sendiri.

Alasan untuk Investasi Kripto

Sebagai mata uang yang trending, tentunya para investor punya alasan mengapa mereka berinvestasi di kripto. Berikut adalah beberapa alasan untuk berinvestasi di kripto.

1. Teknologi Blockchain

Kehadiran blockchain memungkinkan uang kripto untuk digunakan tanpa harus melewati pihak ketiga, sehingga bertransaksi dengan orang lain menjadi mudah.

Fungsi blockchain juga terus berkembang dan contohnya adalah kehadiran fitur kontrak pintar yang membuka jalan agar blockchain dapat menghadirkan produk-produk seperti asuransi, pinjaman, dan simpanan.

Sehingga, banyak orang yang berpikir bahwa blockchain dapat memajukan dunia keuangan dan akan semakin berguna di masa depan.

2. Alat Penyimpan Nilai Alternatif

Beberapa mata uang kripto memiliki jumlah yang terbatas, sehingga bisa dijadikan instrumen untuk menyimpan kekayaan.

Nilai kripto juga tidak berkorelasi dengan tingkat inflasi. Oleh karena itu, instrumen investasi tersebut cocok untuk kamu yang khawatir dengan tingkat inflasi yang tinggi.

3. Dapat Melatih Mental untuk “Bermain Uang”

Pergerakan harga mata uang kripto termasuk cepat. Terlebih lagi, berita-berita dan isu sangat mempengaruhi pelaku pasar.

Namun, beberapa orang menganggap uang kripto sebagai instrumen belajar investasi yang baik untuk mengurangi risiko investasi ataupun trading dan melatih otak untuk mengambil keputusan dengan otak atau logika, dan bukan emosi.

Risiko Investasi Kripto

Segala macam instrumen investasi dengan prospek keuntungan yang tinggi juga memiliki risiko yang tinggi. Berikut adalah beberapa risiko investasi kripto.

1. Fluktuasi Tinggi

Harga mata uang kripto sulit untuk diprediksi dan sering terombang-ambing. Apalagi harganya ditentukan sepenuhnya oleh pengguna kripto. Kamu bisa melihatnya dari masa lalu Bitcoin.

Bitcoin pernah mengalami beberapa penurunan yang besar. Pada tahun 2017, harga Bitcoin sempat turun dari $20,000 hingga $12,000 dan pada tahun 2021, Bitcoin juga turun 53% dari $64,000 sampai di bawah $30,000. Baru-baru ini, aset kripto Terra Luna juga anjlok hingga 98% dalam waktu 1 minggu saja.

2. Cyber Crime

Mata uang kripto merupakan produk berbasis teknologi. Sehingga, instrumen investasi ini sangat rentan terhadap peretasan.

Jika hal tersebut terjadi, semua uang kripto yang dipegang akan hilang. Maka dari itu, investor perlu memperhatikan platform uang kripto yang mereka gunakan sebelum menanamkan modal.

3. Penipuan

Karena mata uang kripto sedang naik daun, tentu ada oknum-oknum yang ingin memanfaatkan kesempatan tersebut.

Mereka hanya perlu membujuk investor untuk menaruh modal di platform kriptonya dengan menawarkan prospek keuntungan yang besar. Hal ini mudah dilakukan karena penerbit cryptocurrency tidak perlu menyediakan informasi tentang latar belakang mata uang kripto yang mereka ciptakan.

4. Tidak Diawasi Regulator Tertentu

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hadir untuk mengawasi perusahaan-perusahaan yang menawarkan jasa keuangan. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk uang kripto.

Transaksi kripto tidak diawasi atau diatur oleh regulator tertentu. Jika terjadi tindakan kriminal, ketidakseimbangan pasar, dan sebagainya, tidak ada pihak yang dapat mengintervensi. Kalau pengguna melakukan kesalahan transaksi, mereka juga tidak dapat mencari bantuan ke pihak manapun.

5. Hambatan Regulasi

Beberapa negara telah membatasi atau melarang aktivitas yang terkait dengan mata uang kripto karena mata uang digital tersebut sudah diawasi.

Sebagai contoh, Cina melarang transaksi mata uang kripto pada tahun 2017. Beberapa negara lain pun juga telah melarangnya. Berita larangan tersebut akan sangat mempengaruhi harga uang kripto.

BACA JUGA: KEUNTUNGAN DEPOSITO DAN CARA MENGHITUNG BUNGANYA

Demikianlah penjelasan mengenai kripto dan risikonya, Toppers. Bagaimana? Berani untuk memulai investasi pada uang kripto? Semua investasi tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jangan takut tertinggal dan pastikan kamu telah memahaminya sebelum mulai berinvestasi.

Kamu juga bisa menemukan produk keuangan lainnya seperti reksa dana, emas, ataupun pinjaman online di Tokopedia!

Penulis: Keefe Adrian

Share

Keefe AdrianKeefe Adrian

Related Articles

Investasi Bodong: Sejarah, Ciri-Ciri & Cara Mencegahnya
Keuangan
Investasi Bodong: Sejarah, Ciri-Ciri & Cara Mencegahnya
© 2009-2024, PT Tokopedia