Every Ending Is a New Beginning!

704

Akhir tahun 2007, warteg samping Cyber Building, Jakarta Selatan

Saya sedang menikmati makan siang bersama Leon, Albert, dan Andry. Saat itu saya bekerja sebagai IT & Business Development Manager; Leon sebagai General Manager; sementara Albert dan Andry sebagai web developer di Indocom Group.

Sehari-hari kami bekerja mengembangkan aplikasi sms content, sms broadcasting, dan juga beberapa website pesanan. Ketiga gerak bisnis tersebut kebetulan sedang struggle, hidup tidak, matipun enggan.

Buat yang belum tau beda antara SMS Content dengan SMS Broadcasting, perbedaannya sebagai berikut:

  1. SMS Content itu SMS berlangganan dimana biaya dikenakan ke penerima SMS. Contohnya SMS REG spasi SOMETHING yang sempat sangat banjir di tayangan televisi; atau juga SMS-SMS yang bersifat quiz, polling, dan sejenisnya.
  2. SMS Broadcasting adalah SMS berisi informasi, dimana biayanya dikenakan ke pengirim SMS. Contohnya SMS informasi discount dari kartu kredit, SMS informasi dari BANK, dan sejenisnya.

Setiap bulannya bisnis SMS Content harus mengejar komitmen 100 juta rupiah revenue sms / bulan, dengan 50% otomatis menjadi jatah operator. Apabila revenue di bawah itu, otomatis terkena penalty, dimana 50 juta sudah pasti menjadi hak milik dari operator. Belum lagi menghitung biaya iklan yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Fakta banyaknya yang bermain di bisnis sejenis membuat kue kecil dibagi rame-rame, dimana pada akhirnya yang untung sebenarnya hanya operator selular dengan regulasi yang kurang sehat.

Nah, waktu makan siang seperti itu sering kami gunakan sebagai waktu brainstorming. Brainstorming kami pada waktu itu tidak jauh dari apa yang harus kami lakukan untuk menolong perusahaan survive di tengah struggle tersebut. Leon mengajak kami untuk lebih bersemangat lagi mencari client untuk produk SMS Broadcasting lewat telemarketing semampu kami, karena prospek SMS Broadcasting memang lebih baik dari prospek SMS Content. Atau coba gali ide untuk mengembangkan website lain. Waktu itu Leon mengutarakan ide untuk membuat website untuk komunitas musik, atau website untuk share lagu dengan cara yang legal.

Dibanding SMS Content, SMS Broadcasting punya prospek yang lebih baik, pasarnya jelas, dan kebutuhannya ada. Sepanjang 2008 nantinya, saya bersama Leon berusaha mati-matian survive lewat bisnis SMS Broadcasting ini. Hanya saja saya juga menyadari keterbatasan saya yang bukan seorang people person, oleh karenanya saya juga memilih mencoba alternatif pengembangan website, dibanding melakukan telemarketing untuk SMS Broadcasting.

Pada waktu itu saya kebetulan mendapatkan order side-job mengembangkan sebuah website e-commerce. Dan sebenarnya dari masa ke masa banyak sekali order sidejob yang beredar seputaran pengembangan website e-commerce. Wajar, karena pada satu titik tertentu, bisnis offline memang harus berkembang merambah pasar online yang sedemikian luasnya.

Saat itu saya juga dipercaya sebagai Super Moderator di salah satu forum besar Indonesia. Dan dalam komunitas forum tersebut, salah satu yang paling besar adalah komunitas Jual Beli nya. Hanya saja dalam aktivitas jual-beli lewat forum tersebut, tidak jarang terjadi kasus penipuan. Si korban biasanya mengirimkan pesan pribadi kepada saya untuk meminta pertolongan. Karena fungsi forum pada dasarnya adalah sebagai wadah untuk berdiskusi, bukan wadah untuk bertransaksi online, sayapun tidak bisa membantu banyak selain menasehati untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi online di masa akan datang.

Kombinasi antara kebutuhan dan masalah tersebut, membuat saya menyadari bahwa pasar e-commerce di Indonesia sebenarnya sudah berjalan. Terbersit ide, bagaimana jika ada sebuah website dimana pengunjung bisa membuat website mereka sendiri? Sebuah website yang dilengkapi dengan fungsi transaksi-online dengan mekanisme transaksi yang aman? Ini akan menjadi jawaban untuk semua masalah tadi.

Tahun 2007, saya selaku Business Development Manager Indocom Group, kemudian pada satu kesempatan melakukan presentasi ke Pak VF dan Ibu YF sebagai management dari perusahaan tempat saya bekerja tersebut. Saya mengatakan bahwa bisnis SMS content akan susah untuk bertahan, karena saya pribadi tidak pernah menggunakan nya. Semakin banyak orang yang menggunakan internet, maka semakin tidak diperlukan layanan SMS berlangganan. Internet adalah masa depan. Saya juga ceritakan tentang konsep marketplace yang mana demand dari sisi pembeli maupun sisi penjual begitu besar, namun belum ada pemain nya.

Perjalanan tokopedia (belanjaaman) pun dimulai walau masih pada tataran ide, business plan, dan perjuangan mencari investor. Every ending is a new beginning!

Bagikan Artikel