30 Kreator Lokal Terbaik Bandung Pamerkan Produk Unik dan Inspiratif di MAKERFEST 2018

69

BANDUNG, 4 AGUSTUS 2018 – MAKERFEST, sebuah platform independen yang memiliki misi untuk mencari, mengedukasi dan menginspirasi kreator Indonesia, pada hari ini resmi diselenggarakan di Bandung.

Sebanyak 30 kreator lokal dari Bandung dan sekitarnya mendapatkan kesempatan untuk menjual dan mempresentasikan ide uniknya kepada masyarakat lewat festival MAKERFEST City Big Bang, yang diselenggarakan pada tanggal 4-5 Agustus 2018 di Lapangan Pussenif, Bandung. Kreasi yang dihadirkan tergolong beragam, mulai dari produk fashion, aksesoris, tanaman hias, perawatan tubuh, hingga kamera lubang jarum dari bahan dasar kayu Jati dari limbah furniture rumah tangga yang sudah tidak terpakai.

Selain bazaar, workshop dan kompetisi, MAKERFEST bekerja sama dengan TopCommunity (sebutan komunitas seller Tokopedia) Bandung turut menyelenggarakan program bantuan sosial untuk komunitas difabel yang tergabung di Kelompok Kreativitas Difabel Bandung. Dalam kesempatan ini, MAKERFEST dan TopCommunity memberikan pelatihan, serta bantuan alat produksi untuk pembuatan produk kerajinan tangan.

William Tanuwijaya selaku Chairman MAKERFEST 2018 menjelaskan bahwa hadirnya MAKERFEST diharapkan dapat mendorong UMKM, khususnya kreator lokal, agar mampu semakin naik kelas.

“MAKERFEST hadir sebagai panggung online dan panggung offline bagi para kreator Indonesia untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif mereka. Kami berharap ajang ini mampu berkontribusi terhadap penciptaan ekosistem bisnis yang lebih kondusif, sehingga lebih banyak lagi usaha kecil yang dapat tumbuh menjadi industri lalu dari industri menjadi brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia,” pungkas William.

Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sendiri memiliki peranan strategis sebagai penggerak perekonomian masyarakat Indonesia. Upaya-upaya dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para pelaku UMKM pun terus digalakkan pemerintah, namun kompleksitas pengembangan UMKM Indonesia tidak dapat menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan perlu dukungan dari berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dikenal sebagai salah satu kota kreatif Indonesia, pertumbuhan usaha di Bandung menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi. Berdasarkan data Sensus Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, jumlah usaha/perusahaan tercatat sebanyak 343.938 unit usaha di Bandung, meningkat lebih dari 20% dari jumlah usaha/perusahaan tahun 2006 yang sebanyak283.518 unit perusahaan.

Dilihat berdasarkan skala usahanya, Usaha Mikro Kecil (UMK) mendominasi aktivitas ekonomi di Kota Bandung dengan jumlah tenaga kerja mencapai 65,94 persen.

Perkembangan jumlah penduduk dan tumbuhnya bisnis online turut memberikan andil meningkatnya aktivitas ekonomi di Kota Bandung beberapa tahun belakangan. Mengacu data Tokopedia, pertumbuhan seller di Bandung mencapai 2x lipat sejak 2017. Produk kreatif fashion seperti sepatu (sneakers, boots & flat shoes), kaos, dan tas (backpack & tas selempang) masih menjadi produk yang paling banyak dijual dan dicari di Bandung. Data tersebut memperlihatkan bahwa masih terdapat peluang besar bagi kreator Bandung untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform penjualan online dalam memulai dan mengembangkan bisnisnya.

Salah satu kolaborator MAKERFEST 2018 Bandung, Arifin Windarwan, Co Founder UNKL347 mengatakan, “Usaha clothing yang saya dan teman-teman miliki berawal dari ketidaksengajaan. Berawal dari ketertarikan pada desain, kami mencoba mengaktualisasikan hasil kesenian ini ke dalam produk yang kami hadirkan. Tidak menyangka bisa mendapatkan respon positif dari pasar. Ini semua tidak akan terjadi jika kita tidak berani memulai.”

“Kini semakin banyak peluang-peluang bisnis yang terbuka untuk dimanfaatkan seiring dengan adanya perkembangan teknologi. Semoga melalui MAKERFEST, semakin banyak kreator lokal yang terdorong untuk memulai dan mengembangkan usahanya, sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap masyarakat.” UNKL347 dikenal sebagai salah satu pelopor dalam industri clothing line di Bandung dengan desainnya yang bertema subculture anak muda.

Setelah empat kota yang didatangi, MAKERFEST akan hadir di 4 kota lainnya, termasuk Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar. Di setiap kota, MAKERFEST memberikan edukasi dan pendampingan usaha sehingga kreator lokal mampu lebih siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan, termasuk dalam hal strategi bisnis, branding, pemasaran dan permodalan.

Dipuncak acara MAKERFEST pada Desember mendatang, tiga kreator lokalterbaik dari Bandung dan sekitarnya akan berkompetisi dengan 21kreator lokal terpilih dari kota-kota lainnya. Mereka akanmemperebutkan hadiah utama berupa modal usaha sebesar Rp 1 miliar,juga pendampingan usaha dalam bentuk konsultasi brandingdan marketingcampaign,kolaborasi eksklusif dengan pelaku industri kreatif nasional, sertaakses ke pameran dan jalur distribusi internasional.

***

Tentang MAKERFEST

MAKERFESTadalah sebuah sebuah gerakanindependenuntuk pemberdayaankreatorlokal yang hadir untuk mencari, mengedukasi, menginspirasi, danmemberikan panggung offline& onlinebagi para kreator Indonesia untuk merealisasikan dan mengembangkanide usaha kreatif mereka, hingga bisa menjadi brandkelas nasional yang mendunia. MAKERFEST bertujuan agar lebih banyaklagi bisnis kreatif lokal yang dapat berkembang menjadi IKM bahkanbrandnasional,sehingga dapat mendukung Indonesia untuk jadi produsen di ekonomidigital global. Selain berkolaborasi dengan Tokopedia, MAKERFESTturut didukung oleh institusi-institusi pemerintahan sekaligus pelakuindustri Indonesia, yaitu Badan Ekonomi Kreatif, KementerianPerindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi danInformatika serta JNE. Bagi makers yang ingin mendaftar dan jugaingin mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai

Bagikan Artikel