• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

Trik 5M untuk Meredakan Kolik pada Bayi

Share

Trik 5M untuk Meredakan Kolik pada Bayi

Ketika tangisan si kecil tidak berhenti, bisa jadi ia sedang mengalami kolik. Berikut beberapa cara untuk menenangkannya.


Begitu banyak alasan bayi menangis. Bisa jadi tak nyaman karena popoknya basah, kehausan,ngin menyusu, atau rasa gerah yang menimbulkan iritasi. Menurut sebuah artikel tentang kolik yang ditulis oleh Prof. DR. Dr. Agus Firmansyah, SpA(K), alergi terhadap sesuatu juga dapat menyebabkan bayi rewel.

“Bila bayi menangis disertai gejala demam, muntah, atau diare, konsultasikan segera pada dokter karena mungkin ada penyakit yang menyebabkan bayi menangis terus. Bila Anda tidak menemukan penyebabnya dan bayi menangis terus, kemungkinan bayi Anda menderita kolik.

Kolik infantil atau kolik pada bayi biasanya terjadi pada bayi berusia 2 minggu sampai 4 bulan, disebut juga sindrom 4 bulan,” jelasnya pada artikel yang dimuat pada situs resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

Baca juga: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Baby Blues

Menangis Berlebihan Tanpa Alasan 

Apakah bayi Anda sering menangis selama tiga jam atau lebih? Dia mungkin menderita sakit perut atau kolik. Tidak ada definisi spesifik dari kolik, tetapi umumnya berarti menangis berlebihan tanpa alasan yang dapat dijelaskan, menurut Barry Lester, Ph.D., direktur klinik kolik di Brown University Center for Children – Women and Infants Hospital di Providence, dan salah satu penulis“Why Is My Baby Crying” Dokter spesialis anak umumnya menggunakan rule of threes untuk menentukan kondisi.

 “Yaitu, ketika bayi menangis dengan intens selama tiga jam atau lebih pada suatu waktu (biasanya pada malam hari) setidaknya tiga hari dalam seminggu, selama lebih dari tiga minggu berturut-turut tanpa alasan yang jelas,” jelas dokter Mary Ann LoFrumento, MD, dan penulis buku “Simply Parenting: Understanding Your Newborn & Infant”.

Ciri lain dari terjadinya kolik pada bayi dikemukakan pula oleh Prof. Agus Firmansyah, yaitu saat bayi menangis, bisa beberapa menit, kemudian menangis lagi dan susah dibujuk. Kedua kaki dan tangan bayi terangkat ke atas perut dengan tangan mengepal serta wajah kemerahan. Tangis sering terjadi di saat malam hari menjelang waktu tidur.

jual pakaian anak terlengkap
Penuhi lemari si kecil dengan baju, celana dan aksesoris fashion anak favoritnya!

Beberapa Penyebab Kolik

Ada beberapa penyebab kolik yang perlu diketahui. Penelitian membuktikan pada sebagian bayi, kolik disebabkan oleh alergi protein susu sapi. Prof. Agus menyarankan orang tua untuk mengecek ada atau tidaknya riwayat alergi pada keluarga dekat, seperti ayah, ibu, paman, bibi, nenek dan kakek. “Gejala lain yang memperkuat dugaan alergi ialah terdapatnya ruam pada kulit bayi, terutama pada kulit pipi. Kulit pipi bayi tampak seperti bersisik.

Bila ada dugaan alergi, pada bayi yang mendapat ASI, ibu dianjurkan untuk tidak mengonsumsi susu sapi dan olahannya, seperti yoghurt, mentega, keju, dan penganan lain yang mengandung susu,” tutur Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM ini.

Menurutnya, jika memang penyebabnya alergi susu sapi, tangis bayi akan jauh berkurang. Bila bayi minum susu formula, tersedia beberapa produk formula hipoalergenik yang dapat dikonsumsi bayi untuk sementara.

Penyebab lainnya adalah intoleransi laktosa. Untuk diketahui, laktosa merupakan unsur karbohidrat yang terdapat di dalam ASI dan susu formula. Dalam usus bayi, laktosa akan dicerna oleh enzim laktase, menjadi glukosa dan galaktosa, yang diserap usus ke dalam sirkulasi darah untuk keperluan metabolisme tubuh.

Pada sebagian bayi, karena perkembangannya belum sempurna, bisa terjadi gejala intoleransi laktosa. Bisa karena kadar enzim laktase dalam ususnya belum optimal atau karena asupan laktosa (susu) pada bayi berlebihan.

Bayi biasanya menyusui selama kira- kira 15 menit. Pada 5 menit pertama, kandungan laktosa dalam ASI tinggi, pada lima menit kedua, kandungan gizinya seimbang, dan pada akhir 5 menit ketiga kandungan lemaknya tinggi yang menyebabkan bayi merasa kenyang dan menghentikan hisapannya.

Gaya menyusu sebentar-sebentar, misalnya 5 menit selesai, asupan laktosa dan ASI jadi tinggi dan menyebabkan intoleransi laktosa. Pada kondisi demikian, perbaiki cara menyusui bayi. Pada bayi yang minum formula dengan gejala kolik berat, dapat dicoba pemberian formula bebas laktosa untuk sementara waktu,” jelas Prof. Agus Firmansyah.

Penyebab lainnya yaitu, refluks gastroesofagus (GER). Pada bayi, sering kali katup antara kerongkongan dan lambung belum sempurna fungsinya. Pada saat lambung terisi susu, katupnya tetap menganga sehingga mudah terjadi aliran balik dari lambung ke kerongkongan.

Tenangkan Bayi Kolik dengan Strategi 5M

Meski dapat membuat orang tua frustasi, namun kolik pada bayi tidak berbahaya. Banyak dokter spesialis anak yang mengatakan bahwa kolik akan mereda dengan sendirinya pada usia sekitar 4 bulan. “Tidak ada obat apa pun yang dapat meredakan kolik. Susu formula hipoalergenik atau formula bebas laktosa dapat dicoba pada bayi yang minum susu formula. Akhirnya, hubungan ibu dan bayi yang harmonis merupakan kunci utama dalam pencegahan dan pengobatan kolik pada bayi,” ungkap Prof. Agus.

Karena itu, satu hal yang mungkin berhasil mengatasi kolik adalah menciptakan suasana seperti di dalam rahim. Prof. Agus mengatakan, bahwa para ahli menduga pula kolik ada kaitannya dengan hubungan yang kurang harmonis antara ibu dan bayi, misalnya ibu mudah marah.

“Demikian pula halnya dengan faktor lingkungan, diperlukan adaptasi dari lingkungan dalam rahim dan lingkungan setelah dilahirkan. Desahan pembuluh darah ibu mungkin dikangeni bayi.” Untuk menenangkan bayi, cobalah menerapkan strategi 5M ini:

1. Membedung

Orang awam menyebutnya dengan membedong Yakni, dengan membungkus lengan bayi Anda dengan erat ke sisi samping tubuhnya menggunakan selimut bayi, tetapi biarkan kakinya kendur dan dapat tertekuk sehingga pinggulnya memiliki ruang untuk bergerak.

2. Memutar White Noise

Kebanyakan orang tua menenangkan atau mendiamkan tangisan bayinya dengan mengucap kata: “shush, shush, shush.” terus menerus hingga bayi tenang. Suara seperti ini, atau biasa disebut white noise, mirip dengan suara-suara di dalam rahim.

Dr. Harvey Karp, dokter anak dan ahli perkembangan anak terpercaya di Amerika Serikat, merekomendasikan orang tua untuk memutar white sound atau radio statis. Rekaman hujan atau bahkan suara pengering rambut mungkin juga berfungsi. Meskipun Anda mungkin merasa suara-suara ini terlalu keras, bayi akan merasa nyaman karena mendekati apa yang mereka dengar di dalam rahim.

3. Mengayun Bayi

Gerakan lambat dan halus dapat membuat bayi tenang. Dekaplah si kecil dalam pelukan Anda, lalu ayun perlahan untuk menenangkannya. Sebuah penelitian di jurnal Pediatrics menemukan, bahwa bayi yang digendong oleh orang tuanya selama sekitar 16,5 jam sehari menangis setengah dari bayi yang digendong oleh orang tuanya selama sekitar 8 jam setiap hari.

4. Mengisap

Bayi memiliki keinginan kuat untuk menghisap dalam beberapa bulan pertama kehidupannya, dan memuaskan keinginan bayi tersebut dapat dengan cepat menenangkan bayi yang rewel. Cobalah memberi dot pada bayi Anda yang sedang kolik. Meskipun beberapa bayi yang disusui mungkin menolaknya, ini akan memberikan kelegaan instan bagi sebagian bayi.

5. Membaringkannya di Sisi Samping

Posisikan si kecil di lengan bawah atau pangkuan Anda dengan kepala diletakkan di tangan Anda. Paling mudah untuk menenangkan bayi yang menangis saat dia berbaring miring atau tengkurap. Yang wajib dipahami, bayi tidak boleh tidur miring atau tengkurap, karena hal ini meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak, sudden infant death syndrome.

Baca juga: White Noise, Manfaat Bagi Bayi hingga Pro Kontra Penggunaannya

Itu dia beberapa trik yang dapat digunakan Ibu untuk meredakan kolik si kecil, ingat untuk senantiasa berkonsultasi pada dokter untuk memantau pertumbuhan si kecil. Pastikan bayi mendapat nutrisi yang seimbang dan istirahat yang cukup, bila kolik tidak mereda segera berkonsultasi pada dokter.

Share

TokopediaTokopedia

Related Articles

Obat Batuk untuk Ibu Hamil di Apotik, Efektif Bantu Redakan Batuk
Kids and Parenting
Obat Batuk untuk Ibu Hamil di Apotik, Efektif Bantu Redakan Batuk
© 2009-2024, PT Tokopedia