• socmed Facebook icon
  • socmed Instagram icon
  • socmed Twitter icon
  • socmed Youtube icon
Tokopedia
Tokopedia Blog - Home
MORE STORIES

Mengenal Sleep Paralysis, Gangguan Kelumpuhan Tidur alias ‘Ketindihan’

Share

Mengenal Sleep Paralysis, Gangguan Kelumpuhan Tidur alias ‘Ketindihan’

Apa Itu Sleep Paralysis – Pernahkah kamu mengalami peristiwa di mana badan tidak dapat digerakkan meski sudah bangun dari tidur, Toppers? Hal ini tentunya dapat menimbulkan rasa panik. Beberapa orang bahkan mengatakan bahwa mereka dapat melihat makhluk halus saat tak bisa menggerakkan badan. Umumnya, masyarakat menyebut fenomena ini dengan sebutan ‘ketindihan’. Secara medis, ‘ketindihan’ disebut juga ganguan kelumpuhan tidur atau sleep paralysis. Yuk mengenal lebih baik tentang sleep paralysis agar bisa mengetahui apa gejala dan cara mengatasinya!

Baca juga: 6 Posisi Tidur dan Pengaruhnya bagi Kesehatan

Pengertian Apa itu Sleep Paralysis

Gangguan Kelumpuhan Tidur atau Sleep Paralysis adalah fenomena di mana otot tubuh mengalami kelumpuhan hingga tak dapat digerakkan walaupun otak sudah sadar dan terbangun dari tidur kerap membuat panik dan ketakutan. Terutama karena sebagian besar orang menyatakan bisa melihat makhluk halus ‘duduk’ di atas tubuh mereka ketika peristiwa ini terjadi. Sebenarnya, apa itu ketindihan? Dalam bahasa medis, ketindihan sering diasosiasikan dengan sleep paralysis atau gangguan kelumpuhan tidur. Saat sleep paralysis terjadi, otot tak bisa digerakkan, pemilik tubuh pun tak akan mampu mengeluarkan suara. Hal ini disebabkan oleh terganggunya fase tidur REM (Rapid Eye Movement) karena badan sudah siap beraktivitas sedangkan otak belum siap keluar dari fase tersebut. Kalangan dewasa muda (25-44 tahun) adalah golongan yang paling sering mengalami sleep paralysis. Sleep paralysis bisa dibagi menjadi dua jenis:

1. ISP (Isolated Sleep Paralysis) atau Kelumpuhan Tidur Terisolasi

ISP adalah jenis sleep paralysis yang paling sering dialami banyak manusia. Setidaknya, manusia pasti pernah sekali merasakan ISP seumur hidupnya (sekitar 6,2% orang dari total populasi dunia mengalami ISP). Sleep paralysis jenis ini menyerang terutama saat pemilik tubuh berada dalam posisi telentang. Lamanya hanya sekitar satu hingga beberapa menit, dan bentuk paling parahnya adalah mimpi buruk atau halusinasi ringan.

2. RISP (Repeated Isolated Sleep Paralysis) atau Kelumpuhan Tidur Terisolasi Berulang

RISP adalah gangguan lebih serius dari ISP, umumnya berlangsung selama 10 menit hingga berjam-jam. Frekuensinya pun bisa lebih dari sekali dalam semalam. Hanya 3% jumlah total penduduk dunia diketahui menderita RISP. Umumnya, RISP merupakan gejala tambahan dari penderita narkolepsi (gangguan tidur). Bila seseorang sering mengalami sleep paralysis berulang, baiknya segera memeriksakan diri untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

bantal pijat

Apa Penyebab Sleep Paralysis?

Hingga saat ini, belum ada temuan pasti mengenai penyebab sleep paralysis. Beberapa argumen menyatakan gangguan ini dapat disebabkan karena faktor genetik, namun hal ini pun belum bisa dipastikan. Jawaban paling mendekati untuk menjelaskan fenomena ini adalah dengan menemukan alasan mengapa fase REM tidur dapat terganggu, yakni pola tidur tidak teratur, tubuh kelelahan, stress, kelelahan, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Oleh karena itu, cara untuk menghindari sleep paralysis adalah dengan memiliki pola tidur yang baik dan benar. Jaga tubuh agar tidak terlalu lelah, makan dan minum yang cukup, dan buat kondisi tubuh serta tempat tidur senyaman mungkin. Jangan pergi tidur dalam kondisi mood buruk, marah, atau kesal. Coba baca buku, dengarkan lagu-lagu kesukaan, atau nyalakan lilin aromaterapi agar suasana hati tenang saat ingin tidur.

Lilin Aromaterapi

Apa yang Harus Dilakukan Saat Sleep Paralysis?

Hal terpenting adalah menjaga diri agar tetap tenang dan tidak panik, karena rasa panik justru akan memperparah keadaan. Usahakan untuk menghirup napas dalam-dalam, lalu coba gerakkan anggota tubuh Anda pelan-pelan. Mulai dari yang termudah, seperti jari-jari tangan atau telapak kaki. Lawan perasaan berat yang menerpa, kemudian usahakan untuk bangun dan terjaga. Bila sudah bangun, tarik napas, lalu pergilah ke kamar mandi untuk membasuh muka dengan air dingin. Minum beberapa gelas air hingga kamu benar-benar tenang lagi.

Baca juga: Apa Itu Sleep Apnea? Berbahayakah? Apa Saja Gejalanya?

Sekian sedikit penjelasan mengenai sleep paralysis. Dengan mengetahui penjelasan serta penyebabnya, kita bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah hal ini terjadi saat kita sedang tertidur. Kesimpulannya, saat sleep paralysis melanda, usahakanlah agar tetap tenang agar tidak terjadi hal-hal yang lebih parah.

Asuransi

Share

TokopediaTokopedia

Related Articles

7 Merk Susu Soya Terbaik dan Terpopuler di Indonesia 2024
Kesehatan
7 Merk Susu Soya Terbaik dan Terpopuler di Indonesia 2024
© 2009-2024, PT Tokopedia