10 Bahaya & Dampak yang Ditimbulkan oleh HIV/AIDS

0
178
hiv aids

Seberapa serius akibat dari penyakit yang belum ada obatnya ini? Ketahui bahaya dan dampak HIV/AIDS yang bisa sebabkan komplikasi!


Sistem kekebalan tubuh seharusnya memiliki peranan krusial guna menjaga tubuh dari penyakit dan infeksi. Tapi bagaimana jika satu-satunya sistem pertahanan tubuh kita terserang virus? Toppers pasti sudah familiar dengan penyakit HIV/AIDS yang melemahkan sistem pertahan tubuh manusia.

Sebenarnya, HIV adalah virus yang menghancurkan sel CD4 yang seharusnya melawan infeksi. Selanjutnya, kondisi penyakit kronis dari virus HIV adalah penyakit AIDS.

Lalu bagaimana proses HIV menjadi AIDS?

Penyakit HIV menghancurkan sel darah putih, T CD4, yang sangat berperan bagi tubuh dalam melawan penyakit. Semakin sedikit sel T CD4, berarti semakin lemah pula sistem imun tubuh.

Selama jumlah sel T CD4 di dalam tubuh masih di atas 200, HIV belum berubah menjadi AIDS. HIV bisa menginfeksi tubuh selama bertahun-tahun sebelum bertransformasi menjadi AIDS.

Produk Kesehatan / GoApotik
Temukan segala kebutuhan produk kesehatan secara cepat dan praktis di sini!

Kamu bisa tertular jika bertukar cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina dan air susu ibu dengan penderita HIV/AIDS. Berbagai penyebab pertukaran cairan tubuh tersebut antara lain melakukan hubungan seksual dan memakai jarum suntik yang sama.

Bisa juga melalui peralatan tato yang tidak diperhatikan kebersihannya, atau transfusi darah. Tapi HIV tidak bisa ditularkan melalui kontak kulit atau air liur, asalkan tidak luka terbuka.

Sampai sekarang, belum ada obat untuk menyembuhkan secara penuh pasien terjangkit HIV/AIDS. Selain kesempatan sembuh yang rendah bagi penderita, penyakit ini juga bisa mengakibatkan pasien mengalami komplikasi penyakit karena kekebalan tubuh yang melemah.

Berikut komplikasi penyakit yang kerap ditemukan pada penderita HIV/AIDS!

Baca Juga: Sejarah HIV/AIDS: Pengertian, Asal-usul dan Perkembangannya

Bahaya HIV/AIDS dan Komplikasi

1. Tuberkulosis (TBC)

bahaya hiv aids
Sumber Gambar: The Independent

TBC bisa dengan mudah menyerang penderita HIV yang punya daya tahan tubuh lemah, karena TBC bisa menular lewat udara. Jika penderita HIV/AIDS terbukti positif terjangkit virus TBC, maka harus segera diberi antibiotik untuk mematikan bakteri TBC tersebut.

Bakteri TBC yang berada dalam tubuh penderita HIV/AIDS harus segera ditangani dulu sampai tuntas, baru pasien boleh melanjutkan obat-obatan HIV lagi. Tuberkulosis dinobatkan sebagai penyebab kematian nomor satu bagi penderita HIV/AIDS.

2. Toksoplasmosis

bahaya hiv aids
Sumber Gambar: Family Doctor

Toksoplasmosis adalah infeksi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit bersel satu Toxoplasma gondii (T. gondii). Parasit ini biasa ditemukan pada kotoran kucing atau daging yang belum matang.

Sebenarnya pada sistem kekebalan tubuh normal, infeksi parasit ini tidak membahayakan. Tapi bagi seseorang dengan sistem imunitas rendah seperti penderita HIV/AIDS, perlu penanganan medis serius untuk menghindari komplikasi yang lebih berat.

Komplikasi yang dapat ditimbulkan toksoplasmosis terkhusus pada penderita HIV/AIDS adalah infeksi otak serius yang disebut ensefalitis.

3. Kriptosporidiosis

bahaya hiv aids
Sumber Gambar: Europan Pharmaceutical

Kriptosporidiosis adalah penyakit akibat infeksi parasit cryptosporidium yang ditandai dengan diare yang tak kunjung sembuh. Infeksi ini biasanya datang dari infeksi usus pada hewan.

Infeksi parasit ini masuk ke dalam tubuh lewat makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Gejalanya biasanya akan muncul seminggu setelah tubuh dimasuki parasit dan akan berlangsung selama dua minggu.

Namun, pada orang dengan sistem kekebalan rendah atau anak-anak, gejala ini bisa bertahan 24-36 bulan, bahkan bisa sampai komplikasi fatal.

4. Sitomegalovirus

bahaya hiv aids
Sumber Gambar: Wikipedia

Sitomegalovirus adalah virus yang berhubungan dengan virus herpes. Penularan virus ini melalui cairan tubuh seperti air liur, darah, air mani, urin dan air susu ibu. Sistem kekebalan sehat bisa mengontrol virus ini sehingga menjadi tidak aktif.

Namun, pada penderita HIV, CMV dapat menyebar ke seluruh tubuh jika tidak cepat diobati. Penderita HIV akan mengalami gangguan penglihatan, saluran pencernaan, paru-paru, atau lemah tulang sampai kesulitan berjalan.

Kemungkinan pasien HIV terserang virus CMV akan lebih besar ketika jumlah CD4 kurang dari 100 sel/mikroliter. 

5. Kandidiasis

dampak hiv aids
Sumber Gambar: Nutrition Review

Infeksi yang satu ini disebabkan oleh infeksi jamur yang lagi-lagi menyerang seseorang dengan kekebalan tubuh lemah. Pada penderita HIV, jamur-jamur tersebut berkembangbiak secara berlebihan sehingga membuat lapisan ‘membran palsu’ pada mulut, lidah dan vagina.

Area mulut akan terasa seperti terbakar dan jika membran putih tersebut coba dilepaskan akan mengakibatkan rasa perih dan pendarahan. Kandidiasis orofaring ditemukan pada 50-95% penderita HIV/AIDS.

alat kesehatan
Penuhi alat kesehatan wajib di rumah untuk pertolongan pertama di sini!

Baca juga: 5 Pencegahan Penularan HIV/AIDS yang Penting untuk Diketahui

6. Kriptokokus Meningitis

dampak hiv aids
Sumber Gambar: Infectious Disease Advisor

Meningitis adalah penyakit radang selaput cairan otak dan sumsum tulang belakang. Sementara kriptokokus meningitis adalah infeksi pada sistem saraf umum pusat yang biasanya muncul pada pasien positif HIV/AIDS.

Jamur penyebab infeksi ini disebut Cryptococcus neoformans yang tersebar melalui udara. Itu berarti jamur ini sangat mudah terhirup jamur ini karena setelah itu jamur ini akan mengendap di paru-paru dan masuk ke aliran darah yang melalui otak dan sumsum tulang belakang.

Penderita HIV dengan CD4 di bawah 50 akan lebih mudah terinfeksi jamur ini.

7. Limfoma atau Kanker Kelenjar Getah Bening

dampak hiv aids
Sumber Gambar: Academic Association of Medicine

Limfoma atau kanker kelenjar getah bening adalah kanker darah yang menyebabkan kelenjar getah bening membengkak. Penyakit ini berawal dari sel kanker yang menyerah salah satu limfosit atau sel darah putih.

Selain di kelenjar getah bening, limfosit juga tersebar di limpa, timus, sumsum tulang dan saluran pencernaan. Limfosit yang terserang akan berubah, berkembang dan menyebar secara tidak normal.

Pengobatan kanker yang diterima penderita HIV/AIDS tidak berbeda dengan yang lainnya, seperti kemoterapi, radiasi bahkan operasi. Efek samping dari pengobatan kanker pada pasien HIV/AIDS adalah rentan terhadap berbagai penyakit infeksi.

Sistem imun pasien positif HIV yang sudah lemah akan semakin melemah selama pengobatan kanker ini. Makanya pasien HIV yang terkena kanker akan mendapat perawatan khusus.

8. Pneumonia Kronis

komplikasi hiv aids
Sumber Gambar: Medscape

Pneumonia adalah infeksi pada salah satu atau kedua paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Mungkin kamu pernah dengar paru-paru basah, ini dia penyakitnya.

Kantung udara di paru-paru yang terinfeksi akan meradang dan membengkak. Infeksi ini sebenarnya bisa dilawan oleh siapapun berusia di atas 3 atau 4 tahun, jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang bekerja dengan baik.

Pada penderita HIV/AIDS dengan jumlah CD4 kurang dari 200 akan lebih mudah terinfeksi penyakit ini. Hampi 75% pasien positif HIV terinfeksi pneumonia kronis.

9. Sindrom Wasting pada AIDS

komplikasi hiv aids
Sumber Gambar: Verywell Health

Wasting syndrome dialami penderita stadium akhir AIDS, ditunjukkan pada pengurangan masa tubuh sampai 10% dalam waktu yang singkat. Ada 5 penyebab terjadinya sindrom wasting ini.

Pertama, tubuh butuh lebih banyak nutrisi untuk melawan virus HIV/AIDS sementara penyerapan nutrisi tubuh sudah tidak sempurna lagi.

Kedua, pasien HIV biasanya mengalami diare kronis yang bisa berlangsung selama 10 hari.

Ketiga, dengan kondisi kesehatan seperti ini, nafsu makan pun pasti akan menurun.

Selanjutnya, akan muncul bintik pada mulut dan tenggorokan yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit. Kalau sudah begini, bagaimana bisa meningkatkan nafsu makan?

Terakhir, obat-obatan yang dikonsumsi penderita HIV bisa mengurangi nafsu makan. Pada beberapa kejadian malah timbul efek samping mual, muntah dan gangguan fungsi indera pengecap.

10. Herpes Simpleks dan Herpes Zoster

komplikasi hiv aids
Sumber Gambar: Buoy Health

Walaupun sama-sama berawalan Herpes, tapi kedua jenis herpes ini berbeda. Herpes Simpleks adalah penyakit kelamin.

Pasien yang terkena Herpes Simpleks dapat melihat gejala nya dengan memperhatikan apakah ada muncul bintil-bintil kecil berkelompok seperti anggur pada anus, kemaluan, mulut dan kulit.

Penularan Herpes Simpleks terjadi melalui aktivitas seksual. Sedangkan Herpes Zoster adalah infeksi saraf dan kulit di sekitarnya. Virus penyebab Herpes Zoster serupa dengan penyebab cacar air.

Virus yang tidak sepenuhnya teratasi saat pengobatan cacar air berpotensi menyebabkan penyakit Herpes Zoster ini.

Baca Juga: 5 Faktor Utama Penyebab Penularan HIV/AIDS yang Paling Umum

Demikian membahayakannya penyakit HIV/AIDS ini. Sekali kamu terjangkit virus HIV/AIDS yang melemahkan sistem imun kekebalan tubuh, tubuhmu akan rentan terhadap berbagai penyakit berbahaya lainnya.

Beberapa dari penyakit tersebut dapat dengan mudah ditularkan karena penyebarannya melalui udara. Oleh sebab itu, jauhkan segala hal yang bisa membuat dirimu terjangkit virus penyebab penyakit berbahaya ini.

Bekali diri dengan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana cara mencegah adalah langkah bijak untuk sayangi tubuh dan kesehatanmu, lho, Toppers!

produk kesehatan
Temukan berbagai kebutuhan produk kesehatan terjamin yang aman dan lengkap di sini!

Penulis: Nathania Griselda

Bagikan Artikel